|
Gubernur Kepulauan Riau Ismeth Abdullah
atas nama Pemerintah Provinsi Kepri
menerima penghargaan pengelolaan keuangan daerah terbaik. Penyerahan
sendiri diserahkan langsung oleh Menteri
Keuangan RI Sri Mulyani Senin 2 November bertempat di Gedung Departemen
Keuangan, Jakarta.
Penghargaan yang sama juga diberikan
kepada Walikota Batam Ahmad Dahlan atas nama Pemerintah Kota Batam. Acara
penyerahan yang berlangsung kemarin, diselaraskan
pula dengan acara Stakeholder Gathering dalam rangka memperingati Hari
Keuangan ke-63.
Adapun penghargaan sebagai daerah
pengelola keuangan terbaik tahun ini, diberikan
kepada 54 kepala daerah yang terdiri dari 9 provinsi, 17 kabupaten dan 28 kota.
Provinsi Kepri merupakan satu-satunya provinsi pemekaran yang mendapatkan
penghargaan tersebut.
Baik Provinsi Kepri maupun Kota
Batam, dinilai telah berprestasi berdasarkan kinerja keuangan, ekonomi dan
kesejahteraan. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, penghargaan ini merupakan penghargaan yang
diberikan oleh negara dalam rangka memberikan apresiasi kepada daerah yang kinerja keuangannya baik, dan dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan rakyat.
Penghargaan ini juga sekaligus bentuk rasa terimakasih Dapartemen
Keuangan kepada pemerintah daerah dalam hal akuntabilitas
pengelolaan keuangan sehingga terwujudnya clean goverment and good governance.
”Penghargaan ini merupakan penghargaan yang
diberikan oleh negara. Dan ini bukan hanya sekedar piagam, namun ada implikasi
keuangannya. Yakni mereka yang mendapatkan penghargaan akan mendapatkan
insentif tersendiri. Dengan besaran insentif antara Rp18 Miliar hingga Rp 38
Miliar,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani.
Secara terpisah Gubernur Ismeth
Abdullah menegaskan bahwa, penghargaan
ini merupakan cambuk dan tantangan bagi Pemerintah Provinsi Kepri dalam
mengelola keuangan daerah, agar lebih
baik lagi kedepannya. “Mudah-mudahan kedepan, pengelolaan keuangan di Provinsi
Kepri menjadi lebih baik lagi dari saat ini, “harap Gubernur.
Gubernur tak lupa juga
menyinggung masalah pelaksanaan status
perdagangan dan pelabuhan bebas atau
Free Trade Zone (FTZ) atas
wilayah Batam, Bintan dan Karimun. Dimana dari pelaksaaan FTZ ini, banyak membuka peluang lapangan kerja baru di
Provinsi Kepri, kata Gubernur Ismeth Abdullah.
Menyinggung soal PAD Kepri, hingga
saat ini, realisasinya telah mencapai lebih dari sepertiga dari total APBD. Begitu
juga dengan masalah inflasi di Kepri. Dimana menurut Gubernur, saat ini inflasi di Kepri berada di kisaran
angka 3 persen.
Adapun secara keseluruhan, beberapa
indikator yang akhirnya mengantarkan Provinsi Kepri memperoleh penghargaan
sebagai pengelola keuangan daerah terbaik diantaranya, keuangan daerah sendiri
yang sehat.
Ada
juga pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata
nasional, mampu menekan angka pengangguran lebih tinggi dari angka nasional, percepatan
pengurangan angka kemiskinan diatas angka rata-rata nasional, mampu menekan
angka inflasi dan yang terakir adalah, pengelolaan
keuangan yang memang baik. (red)
|