|
Gubernur Kepri Ismeth
Abdullah menerima 29 investor asal Polandia yang dipimpin langsung oleh Duta
Besar Indonesia untuk Polandia, Hazairin Pohan, Rabu 4 November di Lantai V
Gedung Graha Kepri, Batam. Kehadiran para investor asal Polandia ini untuk
melihat langsung potensi investasi yang dimiliki wilayah Kepulauan Riau. Mereka
akan berada di Kepri sejak tanggal 2 hingga 9 November.
Dihadapan para investor,
Gubernur Ismeth Abdullah memaparkan mengenai seluruh potensi yang dimiliki
oleh Kepri yang juga terkenal dengan sebutan Negeri Segantang lada ini. Potensi
tersebut antara lain di bidang pertambangan, perindustrian, perdagangan maupun
juga potensi wisata.
“Dibidang pariwisata,
kunjungan wisatawan yang ke Kepri tahun lalu mencapai satu juta lebih. Dan
tahun ini kunjungan wisatawan juga mengalami kenaikan yang cukup signifikan,”
kata Gubernur Ismeth Abdullah.
Kondisi wilayah Kepri
semakin terbuka lebar bagi para investor asing yang hendak menanamkan investasinya
setelah Kota Batam, Bintan dan Karimun ditetapkan menjadi kawasan perdagangan
bebas oleh pemerintah pusat. Berbagai kemudahan pengurusan investasi serta
pelayanan lainnya terus ditingkatkan oleh aparatur Pemerintah Provinsi Kepri.
“Sejumlah investor asing
baik dari asia, eropa juga sudah mulai tertarik untuk menanamkan investasinya.
Salah satunya adalah investasi dibidang shipyard atau galangan kapal, Baik itu
untuk di Kota Batam maupun yang di Kabupatn Karimun” kata Gubernur Ismeth
Abdullah.
Sementara itu, Duta
besar Indonesia untuk Polandia, Hazairin Pohan mengatakan hubungan antara
Polandia dan Indonesia terjalin dengan cukup baik. Salah satu diantaranya
adalah mengenai kerjasama penanganan masalah pemanasan global atau lebih
dikenal dengan global warming.
Oleh karena telah
tercipta hubungan yang telah terjalin dengan baik diantara kedua negara
tersebut, maka Kedutaan Besar Indonesia untuk Polandia mengajak para investor
asal polandia, untuk menjajaki
kemungkinan penanaman investasi di wilayah Kepri. “Dengan pemberlakuan FTZ di
Kepri, menjadikan provinsi ini sebagai salah satu daerah yang maju di
Indonesia,” kata Dubes Indonesia untuk Polandia, Hazairin Pohan.
Dalam pertemuan tersebut
juga digelar dialog antara Gubernur Ismeth Abdullah dan para investor asal
Polandia. Salah satu investor Andrzej Rewak menanyakan mengenai masalah pajak
serta keuntungan yang didapat para investor.
Mendapat pertanyaan
tersebut, Gubernur menjelaskan bahwa selama menghasilkan barang atau
memproduksi barang di wilayah FTZ tidak akan dikenai pajak. Dan apabila
investor mendapat keuntungan atau laba, maka laba tersebut bisa dengan mudah
dibawa ke negara asal investor.
Dalam acara tersebut
diatas, Gubenur Ismeth Abdullah didampingi oleh Kepala Dinas Perindustrian dan
Perdagangan, Kepala Dinas Pariwisata dan Kepala Badan Promosi dan Investasi
Daerah Kepri. (red)
|