|
Gubernur Kepulauan Riau, Ismeth
Abdullah menghadiri pembukaan festival Masjid dan Keraton ke-4, Kamis 5
november di Pusat Perbelanjaan Nagoya Hill, Batam. Kegiatan yang
berlangsung hingga Sabtu, 7 November ini dibuka oleh Dirjen Bimas Islam
Nazaruddin Umar yang mewakili Menteri Agama RI M. Nuh.
Dirjen Bimas Islam Nazaruddin Umar
mengatakan, Asia Tenggara adalah masa depan Islam. 20 persen penduduk muslim
dunia datang dari Asia Tenggara. Islam melekat kuat di kehidupan dan kebudayaan
masyarakat Asia Tenggara. Terlihat dari pilar kekuatan Islam di Asia tenggara
yakni masjid, alun-alun, keraton dan pasar.
“Festival ini merupakan wujud dari
upaya mengangkat kembali masa kejayaan Islam
masa lampau di Asia Tenggara,” kata Dirjen Bimas Islam Nazaruddin Umar.
Sementara itu Gubernur Kepri Ismeth
Abdullah mengatakan, festival ini merupakan
momen yang tepat untuk meningkatkan ukhuwah Islamiah. Sebab kebudayaan
yang berbeda-beda di nusantara disatukan oleh budaya Islam. Untuk meningkatkan
fungsi masjid, kualitas kegiatan masjid harus ditingkatkan seperti aktivitas
yang dilakukan oleh pendahulu-pendahulunya.
“Dibutuhkan eksistensi yang kuat
untuk melestarikannya. Sehingga idealisme pembangunan dunia dan akhirat tetap
terjalin kokoh dimasa globalisasi ini,” kata Gubernur Ismeth Abdullah.
Terpisah, Ketua Dewan Masjid
Indonesia (DMI) Tarmizi Taher
mengingatkan, pelaksanaan Festival Masjid kali ini memiliki ciri khas
tersendiri, yakni tempat pelaksanaan di bisnis trade centre. Hal ini menandakan
sejarah Islam tidak terlepas berbagai kegiatan, termasuk kegiatan perekonomian.
Sebagai masa depan dunia Islam, generasi Islam di Indonesia harus ditingkatkan
agar masa depan Islam akan secermerlang masa keemasan Islam pada waktu lampau.
Festival yang berlangsung dari tanggal 4-7 November ini menampilkan
masjid-masjid dan keraton bersejarah yang terdapat di Indonesia dan Asia
tenggara seperti Malaysia, Brunei, Thailand dan Fhilipina. Festival keempat
kali ini diikuti oleh 24 delegasi. (red)
|