|
Gubernur Kepulauan Riau
Ismeth Abdullah mengikuti rapat Badan Kerjasama Pemerintah Daerah Provinsi
Kepulauan, Senin (9/11) di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Kegiatan ini
berlangsung selama empat hari dari tanggal 9-14 November 2009.
Ketua Badan Kerja Sama
(BKS) Tujuh Provinsi Kepulauan yang juga menjabat sebagai Gubernur Provinsi
Maluku Karel Albert Ralahalu mengatakan, perjuangan untuk membangun provinsi
kepulauan merupakan reaksi atas keterpinggiran yang dialami tujuh daerah
Kepulauan yang disebabkan oleh rendahnya Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana
Alokasi Khusus (DAK).
“Dalam UU Nomor 22 tahun
2004 Tentang Pemerintah Daerah memang diamanatkan setiap daerah dapat melakukan
kerja sama untuk kepentingan bersama menuju kesejahteraan bersama. Namun harus
jujur kita akui, penghargaan terhadap
potensi alam di tujuh wilayah kepulauan
sampai sejauh ini belum maksimal, ”kata Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu.
Rapat kali ini lebih menitik
beratkan pada agenda seputar pembahasan pariwisata, perikanan dan kelautan.
Mengingat ketiga sektor tersebut berkaitan erat dengan karakter wilayah dan
potensi daerah di tujuh provinsi kepulauan itu. Di bidang pariwisata misalnya,
direncanakan akan dibangun sistem koneksitas lintas darat.
Gubernur Ambon ini
menambahkan bahwa dari fakta yang ada Provinsi Maluku, Maluku Utara, Sulawesi
Utara, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Nusa Tenggara Barat serta Nusa Tenggara
Timur memiliki laut lebih luas dari wilayah daratan, karena terdiri atas pulau-pulau.
Dan itu, kita harus mendapatkan sesuatu yang lebih dari luasnya wilayah lautan
ini.
Selain dihadiri oleh ke tujuh kepala darah, rapat juga
dihadiri Menteri Kelautan dan Perikanan, Fadel Muhammad, Irjen Dapartemen
Perhubungan, Sulkarnaen Uyup, anggota DPD RI serta para ketua DRPD tujuh
Provinsi Kepulauan. (red)
|