|
Gubernur Kepulauan Riau
Ismeth Abdullah menghadiri silaturahmi dengan alumni pesantren Se Kepri, Sabtu
(13/2) di Gedung Quran Centre, Sekupang. Kegiatan ini bertujuan untuk
menghidupkan kembali tradisi pengiriman anak-anak Kepri untuk menuntut ilmu di
pondok pesantren yang tersebar di jawa.
Dalam kesempatan itu, Gubernur
Ismeth Abdullah mendukung sepenuhnya kepada para pelajar di seluruh wilayah
Provinsi Kepri untuk menimba ilmu agama di pondok pesantren. Sebab pendidikan
agama yang telah tertanam sejak dini mampu menjadi landasan kokoh dalam
menjalani hidup dan mencari ilmu.
“Pemerintah Provinsi
Kepri berharap agar para alumni pesantren membenahi organisasinya terlebih
dahulu agar dapat membuat program yang lebih terarah. Karena peran para alumni
sangat penting serta bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Gubernur
Ismeth Abdullah.
Ketua Ikatan Alumni
Pesantren (IKAP) Kepri Ricky Syolihin menjelaskan, sejak pengiriman pesantren
pertama, tepatnya tahun 1993 hingga sekarang, sudah sekitar 870 orang lulusan
pondok pesantren yang tersebar di seluruh wilayah jawa.
Para alumni itu ada yang
tinggal di Batam dan sekitarnya. Sebelumnya mereka dikirim ke sejumlah
pesantren, seperti Bondowoso, Probolinggo, Jombang, Situbondo, Ponorogo dan
lain sebagainya. “Tahun-tahun terakhir ini sudah tidak ada lagi tradisi
pengiriman santri. Tahun ini kita menggalakkan kembali. Dan kita berharap baik
Pemerintah Kota Batam maupun Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau bisa memberikan
bantuan beasiswa untuk melanjutkan studi di pesantren,”kata ketua IKAPI Ricky Syolihin.
Dalam pertemuan tersebut juga digelar siraman rohani
oleh Ustadz Lukman Rifai. Silaturahmi ini dihadiri oleh unsur Muspida Kota
Batam, pengasuh pesantren di Bondowoso, KH Mustofa dan lain sebagainya.
(red)
|