|
Gubernur Kepulauan Riau
Ismeth Abdullah menghadiri Rapat Pimpinan Polda Kepri, Kamis (18/2), di Turi
Beach. Rapat yang dihadiri oleh seluruh pimpinan jajaran kepolisian daerah
Kepri ini bertemakan Bangun Kemitraan dengan Memantapkan Kepercayaan Masyarakat
Menuju Pelayanan Prima guna Mendukung RPJMn
Tahun 2010-2014.
Dalam sambutannya Gubernur
Ismeth Abdullah mengatakan, lima tahun Provinsi Kepri membangun, sudah mulai
menunjukkan berbaikan dari waktu ke waktu. Saat ini Provinsi Kepri juga telah
ditunjuk oleh pemerintah pusat menjadi satu-satunya kawasan perdagangan bebas.
“FTZ hanya ada di
Provinsi Kepri dan tidak dimiliki oleh
provinsi lainnya di Indonesia. Sungguh besar perhatian pemerintah pusat kepada
Provinsi Kepri,” kata Gubernur Ismeth Abdullah.
Tiga Kawasan perdagangan
bebas yang berada di Provinsi Kepri akan bersaing dengan kawasan-kawasan yang
serupa yang dikembangkan oleh negara Asia
Pasifik seperti Thailand, China
Vietnam maupun Malaysia.
Salah satu tujuan di
bentuknya kawasan perdagangan bebas adalah untuk menarik investasi
sebanyak-banyaknya agar masuk ke Indonesia khususnya di wilayah Provinsi Kepri.
Sebab saat ini pemerintah pusat tengah giat-giatnya meningkatkan investasi
asing masuk ke Indonesia. “Ini juga menjadi tanggung jawab kita serta jajaran
Polda Kepri,” kata Gubernur Ismeth Abdullah.
Tugas Polda Kepri berbeda
dengan Polda-Polda lain di Indonesia. Disamping
bertugas serta menciptakan
kondisi keamanan di wilayah Provinsi
Kepri, Polda Kepri juga memiliki
tanggungjawab untuk sama-sama mensukeskan FTZ di Kota Batam, Kabupaten Bintan
dan Kabupaten Karimun. Karena Polda Kepri juga bagian dari FTZ itu sendiri.
“Saya bangga sekali dengan kondisi keamanan di Kepri,
meski wilayahnya dipisah-pisahkan oleh lautan yang cukup luas namun,
keamanannya bisa terjadi dengan baik. Oleh karena itu marilah kita sama–sama
menjadikan wilayah Kepri sebagai tempat yang friendly investment,” kata
Gubernur Kepri Ismeth Abdullah. (red)
|