Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, Ignasius Jonan menjadikan Provinsi Kepulauan Riau, satu dari empat Provinsi di Indonesia sebagai "Pilot Project"  Kebijakan Subsidi LPG Tabung 3 KG Tepat Sasaran. Program ini memberikan uang untuk masyarakat miskin  melalui Kartu Keluarga Sehat guna membeli gas 3 kg. Dengan demikian tidak ada lagi masyarakat mampu yang menggunakan gas 3 kg. Gubernur H Nurdin Basirun mendukung penuh program tersebut.

Untuk Kepri Kementerian ESDM mengambil Kota Batam sebagai pulau yang menjadi percontohan kebijakan baru tersebut. Selain itu ada Bangka Belitung, Bali, dan Lombok. 

Menurut Jonan distribusi konversi BBM ke Gas yang telah berjalan selama ini tidak tepat sasaran. Banyak masyarakat miskin yang tidak mendapatkan gas 3 kg. Justru sebaliknya, pengguna gas 3 kg lebih banyak masyarakat mampu. Ditambah lagi beda jauhnya  harga gas 3 kg dengan gas 12 kg yang diperuntukan  bagi masyarakat mampu. Sehingga membuat gas 3 kg yang notabena disubsidi pemerintah dipindahkan ke gas 12 kg. Akibatnya kuota gas 3 kg melebihi peruntukan dan menyedot anggaran negara. Apabila kelima program yang sedang dijalankan Kementerian ESDM ini terlaksana menyeluruh bisa menghemat hampir Rp.50 Triliun uang negara yang dikucurkan untuk subsidi gas 3 kg selama ini.

" Maka ke depan kita terapkan pembelian gas 3 kg untuk masyarakat miskin dengan memberikan uang tunai melalui Kartu Indonesia Sehat. Yang mendapatkan Kartu ini adalah masyarakat tidak mampu. Kalau masyarakat yang mampu masih berebut kartu tersebut, tidak tau lah saya itu. Nanti kita evaluasi lagi. Selain itu kita terapkan percepatan BBM satu harga," ungkap Jonan pada Rapat Kebijakan Subsidi LPG Tabung 3 KG Tepat Sasaran di Kantornya, Kamis (16/3) Jakarta.

Jonan menjelaskan Kementerian ESDM yang dipimpinnya mempunyai lima target untuk rencana konversi ini dengan rentang realisasi mulai pertengahan 2017 - 2019. Kelima target tersebut adalah Melakukan konversi minyak tanah ke LPG 3 kg untuk seluruh wilayah Indonesia dengan target realisasi tuntas pada tahun 2019, Menghitung ulang kuota dan realisasi LPG 3 kg dengan membuat contoh di empat pulau, yakni Batam, Bangka Belitung, Bali dan Lombok, Rencana subsidi LPG Tabung 3 kg tepat sasaran dengan memberikan uang tunai melalui kartu Indonesia Sehat dengan percontohan Batam, Babel, Bali dan Lombok, Menerapkan  BBM satu harga dengan tiga  lokasi di Kepri (Anambas, Bintan, Natuna) satu lokasi di Bali, 6 lokasi di NTB dan Program BBM-BBG untuk nelayan dengan percontohan Batam, Babel, Bali dan Lombok. 

"Kelima program konversi ini akan diujicoba di 4 pulau tadi, Batam, Babel, Bali dan Lombok. Target kami tahun 2019 sudah terkonversi semua. Untuk itu kami butuh bantuan Bapak Gubernur terutama mensosialisasi program ini  ke rumah tangga sasaran melalui RT/RW, fasilitas pelaksanaan pembagian kartu, monitoring kartu, maping pangkalan LPG, dan pengadaan fasilitas pengaduan masyarakat," pinta Jonan.

Tanpa meminta penjelasan lagi, Gubernur Nurdin langsung menyanggupi permintaan Menteri Jonan. 

"Pokoknya Kepri mendukung penuh apapun rencana pemerintah pusat asal serius tidak hanya di atas kertas dan sangat berguna untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong pembangunan," tegas Nurdin.(umil/Humas)

PPID

Pedoman Pelayanan Informasi & Dokumentasi

JDIH

Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum

TRANSPARANSI

Transparansi Pengelolaan Keuangan Daerah

    BUKU TAMU

  LINK KABUPATEN KOTA

    PENGUNJUNG 

2359936
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Minggu Lalu
Bulan Ini
Bulan Lalu
Seluruhnya
230
1924
16574
16574
68726
80720
2359936

14.48%
16.94%
12.13%
2.95%
0.79%
52.71%

IP Anda : 54.211.0.142