GUBERNUR 

KEPULAUAN RIAU

Dr. H. Nurdin Basirun. S.Sos, M.Si

ARSIP

Arsip Berita

    (GPR) Kominfo

Invalid or Broken rss link.

Gubernur H Nurdin Basirun mengajak masyarakat, khususnya pegawai di lingkungan Prmprov Kepri untuk terus menumbuhkan etos kerja yang baik. Etos kerja yang baik akan mendorong pegawai untuk memberi yang terbaik buat negeri ini.

"Etos kerja yang baik dibutuhkan untuk mengantar daerah kita pada kemajuan," kata Nurdin usai menghadiri peresmian Akademi Bela Negara (ABN) oleh Presiden Joko Widodo, di Jakarta, Ahad (16/7) pagi.

 

Nurdin menegaskan, dengan etos kerja yang baik, upaya-upaya membangun Kepri sesuai visi misi akan semakin mudah. Termasuk semangat kebersamaan untuk mewujudkan Kepri sebagai Bunda Tanah Melayu yang sejahtera, berakhlak mulia, sejahtera dan unggul di bidang maritim. Selain etos kerja yang baik, disiplin yang tinggi juga diperlukan untuk mewujudkan itu. Nurdin sendiri menerapkan disiplin tinggi di lingkungan kerjanya. Kehadiran dengan absensi finger print, misalnya saat ini semakin baik.

"Disiplin yang baik akan memudahkan kerja dan membantu masyarakat dengan memberi pelayanan yang prima," kata Gubernur Nurdin.

Soal ABN, Nurdin menyebutkan pesan Presiden Jokowi bahwa semakin penting untuk menumbuhkan semangat nasionalisme, patriotisme dan membangun soliditas sesama anak bangsa dalam merawat gotong royong. Hal-hal seperti itu, kata Nurdin juga harus semakin tumbuh di Kepulauan Riau yang sangat bhinneka ini. Jokowi juga berharap agar ABN Partai Nasdem bisa melahirkan kader bangsa yang mempunyai etos kerja yang baik. Kemudian disiplin nasional yang baik serta moralitas baik.

"Saya harap lahir kader-kader bangsa yang bisa merawat demokrasi. Marilah kita terus gelorakan kesadaran kebangsaan kita. Kita jaga UUD 1945, kita jaga kebhinekaan kita, NKRI. Kita harus isi ulang, kita harus isi kader-kader bangsa dengan jiwa-jiwa mulia," kata Jokowi.

Nurdin menghadiri persemian ABN setelah malam harinya mengikuti pembukaan Seleksi Tilawatil Quran Nasional (MTQN) XXIV tahun 2017 di Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) oleh Menteri Agama RI Luqman Hakim, Sabtu (15/7) malam di Islamic Centre Tarakan.

Menurut Nurdin Basirun kehadirannya di Tarakan adalah untuk memberi motivasi para peserta STQN dari Kepri.

"Bagi saya, kehadiran saya ini penting guna memberi motivasi kafilah kami. Kita ingin para peserta kamu tampil prima dan pulang dengan hasil yang tidak mengecewakan tentunya. Sama dengan yang diinginkan oleh Provinsi lainnya," kata Nurdin.

Dalam pada itu, Menteri Luqman Hakim menyebutkan, ajang STQ adalah sarana untuk meningkatkan kemampuan seni baca dan menghafal alquran. Adapun STQ sudah dilakukan sejak lama dan akan tetap terus dilaksanakan oleh Pemerintah. Disamping itu, STQ menurut Luqman adalah salah satu syiar Islam dan untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa. Serta menjadi daya rekat antar umat beragama.

"Indonesia adalah negara muslim di dunia yang paling sering menyelenggarakn kegiatan STQ dan MTQ, serta kegiatan keagamaa. Lainnya. Dimulai dari tingkat Desa dan seterusnya. Oleh sebab itu alquran harus menjadi penuntun umat dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat dan bernegara," katanya.(Humas)

PPID

Pedoman Pelayanan Informasi & Dokumentasi

JDIH

Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum

TRANSPARANSI

Transparansi Pengelolaan Keuangan Daerah

    BUKU TAMU

  LINK KABUPATEN KOTA

    PENGUNJUNG 

2979573
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Minggu Lalu
Bulan Ini
Bulan Lalu
Seluruhnya
1411
3636
11814
59694
140203
145138
2979573

13.60%
17.22%
10.89%
2.84%
0.83%
54.62%

IP Anda : 54.80.70.8