Ketua LKKS Provinsi Kepri Noor Lizah Nurdin berencana menduplikasi Kampung Tenun yang ada di Kecamatan Samarinda Seberang, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur. Satu kampung sebanyak 114 Kepala Keluarga melakukan kegiatan menenun.

Noor Lizah Nurdin didampingi Istri Sekda Provinsi Kaltim Herly Rusmadi sampai di Kampung Tenun sekitar pukul 15.00 WITA. Camat Samarinda Seberang Ansarullah dan penduduk Kampung Tenun langsung menyambut Noor Lizah beserta rombongan.

 

Turut mendampingi Noor Lizah, Kepala Dinas Sosial Provinsi Kepri Doli Boniara, Sekretaris LKKS Provinsi Kepri dr. Sulastri Syafri.

Dengan keramahan khas Samarinda Noor Lizah dibawa menuju salah satu rumah warga untuk melihat secara langsung aktifitas menenun. Dengan antusias Noor Lizah mengemukakan rasa ketertarikannya dengan ide pemerintah daerah setempat membuat satu kampung yang masyarakatnya khusus melakukan kegiatan menenun. Dan itu dilakukan secara turun menurun.

Meski turun temurun tidak ada larangan bagi orang luar untuk mempelajari kegiatan menenun tersebut termasuk soal motif.

"Saya salut dengan ide pemerintah setempat untuk membina masyarakat dalam satu kampung seperti ini. Saya lebih kagum lagi dengan masyarakatnya yang mau diarahkan dan dibina oleh pemerintahnya. Keseriusan ini terlihat dari hasil-hasil tenunan yang dibuat masyarakat. Mulai dari sarung, baju dan bentuk-bentuk kerajinan tenun lainnya," ungkap Noor Lizah saat melihat secara langsung home industri kain tenun di Kampung Tenun Kota Samarinda, Selasa (18/4).

Noor Lizah mengatakan ide Kampung Tenun tersebut akan disampaikanya ke Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun baik secara lisan maupun tulisan. Dia berharap Gubernur bisa juga membantu mendorong terbentuknya ide yang sama di Kepri.

"Banyak hal yang bisa kita lakukan nantinya jika ini jadi. Tentu kita tidak menenun, tapi hasil kerajinan daerah khas Kepri yang akan kita kita bina seperti ide di Kampung Tenun. Bisa itu satu kampung membuat batik saja, atau satu kampung membuat kerajinan dari gonggong saja, atau kerajinan tangan hasil rumahan lainnya. Yang jelas konsepnya satu kampung satu produk. Selain untuk membantu ekonomi dan kesejahteraan keluarga, juga bisa menjadi destinasi wisata baru di Kepri," jelas Noor Lizah penuh semangat.

Camat Samarinda Seberang Ansarullah menjelaskan sebanyak 114 KK penenun di Kampung Tenun selalu dilakukan pembinaan secara bergiliran. Pembinaan langsung di bawah Dinas Sosial Kota Samarinda dan Dinas Sosial Provinsi Kaltim.

Pembinaan berupa keterampilan menenun, pembuatan motif, mutu, penjualan dan pemasaran. Pembinaan juga termasuk membelikan alat tenun untuk setiap KK yang menjadi binaan Dinsos setempat. Harga alat tenun yang diberikan masyarakat mulai dari harga Rp.2 juta - Rp.5 juta.

"Sejauh ini masyarakat kami sangat antusias menerima binaan dari pemerintah setempat. Dan patuh-patuh. Kampung Tenun ini kebanyakan orang Bugis," jelas Ansyarullah.

Agar semangat menenun masyarakat setempat tetap terjaga, pemerindah daerah setempat juga mewajibkan masyarakatnya membeli hasil tenun tersebut. Terutama bagi pegawai negeri, pegawai swasta dan pegawai BUMD setempat.

Sebelum meninggalkan Kampung Tenun Noor Lizah menyempatkan diri menjejal alat tenun yang ada di rumah salah satu penduduk setempat.  (Umil/Humas)

PPID

Pedoman Pelayanan Informasi & Dokumentasi

JDIH

Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum

TRANSPARANSI

Transparansi Pengelolaan Keuangan Daerah

    BUKU TAMU

  LINK KABUPATEN KOTA

    PENGUNJUNG 

2455271
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Minggu Lalu
Bulan Ini
Bulan Lalu
Seluruhnya
2973
3385
14655
19859
83167
80894
2455271

14.57%
17.21%
12.03%
2.96%
0.81%
52.41%

IP Anda : 54.80.230.32