GUBERNUR 

KEPULAUAN RIAU

Dr. H. Nurdin Basirun. S.Sos, M.Si

ARSIP

Arsip Berita

    (GPR) Kominfo

Invalid or Broken rss link.

RRI Kota Samarinda langsung mengundang secara khusus Noor Lizah Nurdin ke Studio Mini di stand Pameran Kaltim Fair 2017 begitu tahu ada Istri Gubernur Kepulauan Riau yang juga Ketua LKKS Provinsi Kepri melakukan peninjauan stand kerajinan tangan dari masyarakat dan anak-anak Disabilitas hasil binaan LKKS, Dekranasda, PKK dan Dinas Sosial Provinsi Kaltim.

Kunjungan Noor Lizah ke stand tersebut untuk memenuhi undangan Istri Gubernur Kaltim, Encek Amelia Suharni. Saat wawancara Noor Lizah didampingi Kepala Dinas Sosial Provinsi Kepri Doli Boniara, dan Sekretaris LKKS Provinsi Kepri dr. Sulastri Syafri.

 

Wawancara khusus yang disiarkan secara langsung tersebut menanyakan ke Noor Lizah alasannya memilih Kalimantan Timur sebagai lokasi kunjungan kerja untuk kegiatan LKKS, PKK dan Dekranasda. Dengan penuh semangat Noor Lizah menjawab bukan tanpa alasan memilih Kaltim untuk tempat Kunker tiga lembaga tersebut.

Untuk kiprah LKKS saja misalnya, Noor Lizah menilai sudah sangat maju. Dari segi organisasi, Kaltim sudah bisa membentuk LKKS di lima Kabupaten/Kota dari 10 Kabupaten/Kota yang ada. Berhasil melakukan penanganan kemiskinan melalui kegiatan peningkatan ekonomi keluarga melalui kegiatan usaha ekonomi dalam bentuk KUBE. Berhasil menggandeng pihak ketiga dengan dana CSR dalam memberikan modal dan pelatihan bagi masyarakat.

"Kaltim luar biasa. Pemerintahnya aktif dan kreatif, masyarakatnya mau diajak kerja sama dan dibina. Kaya budaya dan kerajinan tangan hasil rumahan. Saya salut sama Kaltim. Maka saya mantap menyampaikan memilih Kaltim ketika saya ditanya LKKS akan kunjungan kerja kemana," jelasnya dalam wawancara khusus yang disiarkan langsung, Selasa (18/4) itu.

Kekaguman Noor Lizah juga sama pada kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh PKK Kaltim. Mulai dari pelatihan sampai pada lomba-lomba yang terkait dengan UP2K PKK baik tingkat Provinsi maupun Nasional. Sedang untuk hasil binaan Dekranasda sudah tidak terhitung kerajinan yang dihasilkan masyarakat. " Saya sangat kagum lah.

Semoga berbagai ilmu yang kami dapat di sini bisa kami buat juga di Kepri," jelas Noor Lizah.

Pertanyaan terakhir yang diajukan adalah mengenai tanggapan Noor Lizah mengenai berita Hoax yang sangat banyak belakangan ini. Noor Lizah berpendapat berita Hoax sangat menganggu keharmonisan bermasyarakat. Bahkan bisa merusak generasi muda. Apalagi jika orangtua tidak membatasi penggunaan gedget bagi anak-anak usia pelajar.

"Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah memperkuat besic keluarga. Pembinaan anak-anak dan generasi muda harus dimulai dari keluarga. Tugas orangtua adalah terus membangun komunikasi dan hubungan harmonis dengan anak-anak. Memberi penjelasan mana berita yang benar dan yang tidak," tutupnya.

Wawancara RRI dengan Noor Lizah diakhiri dengan pemberian cendramata berupa kalung manik-manik dan selempang manik-manik khas Dayak kepada Noor Lizah. (Umil/Humas)

PPID

Pedoman Pelayanan Informasi & Dokumentasi

JDIH

Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum

TRANSPARANSI

Transparansi Pengelolaan Keuangan Daerah

    BUKU TAMU

  LINK KABUPATEN KOTA

    PENGUNJUNG 

2979611
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Minggu Lalu
Bulan Ini
Bulan Lalu
Seluruhnya
1449
3636
11852
59694
140241
145138
2979611

13.60%
17.22%
10.89%
2.84%
0.83%
54.62%

IP Anda : 54.80.70.8