Cari Berita

 

Untuk menjadi pengusaha, tidak bisa langsung menapak dipuncak kesukseskan. Harus dimulai dari kebiasaan diri sendiri. Praktik-praktik hidup kita dari mulai kualitas ibadah sedikit banyak mempengaruhi usaha yang kita jalani. Makin bagus kualitas ibadah, makin punya arah tujuan yang jelas. Beranjak dari kesiapan diri, selanjutnya sebagai seorang wiraswasata, kita dalam menjalani bisnis harus bisa melihat peluang serta jeli dalam melihat pasar.

Termasuk bisa melirik potensi yang begitu banyak. Seperti bisnis busana muslim, bisnis ini harus bisa dijalankan dengan keseriusan serta kesungguhan niat.Karena hanya dengan itu, usaha akan makin maju.

Setelah itu, sumber daya yang ada harus bisa menjadi motifasi untuk terus mengembangkan usaha yang kita jalani, kata Nurdin kembali memotifasi para peserta seminar.

Berbicara sumber daya, di Kepri terbuka potensi dan peluang yang sangat besar. Sektor pariwisata dan juga sektor kelautan. Sektor yang ada ini meski bisa kita manfaatkan. Kalian kalian yang ada disini, harus bisa merebut dan menangkap peluang ini, pinta Nurdin kembali.

Diakhir tampil dalam berbagai pengalaman dan motifasinya, Nurdin sekali lagi berharap agar potensi di Kepri, bisa dilirik secara serius dan dikembangkan sebagai peluang usaha. Kepri ini sangat berpotensi mengantarkan kesuksesan kalian-kalian semua dalam berusaha.

Sementara itu Asmin Nur Panigoro dari Genpro, juga memberikan motifasi bagaimana kita punya tujuan dalam menjalani bisnis dan usahanya. Bahwa bisnis tidak semata-mata bertujuan untuk meraih laba semata. Lebih dari itu, bisnis juga harus bisa memberikan kemanfaatan bagi banyak pihak. Ini yang ingin kita kembangkan dari Genpro, tegas Asmin yang menjelaskan kalau Genpro berorientasi pada training, mentoring dan coaching. Dan coaching lebih jadi orientasi kami.(Rf/Humas)