Tjetjep Yudiana, SKM, M. Kes
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau
Jl. Ahmad Yani No. 62 A Telp. Fax. 0771-

 

VISI : " Terwujudnya Kepulauan Riau Sehat 2010"

MISI :

  1. Meningkatkan kinerja dan mutu pelayanan kesehatan.
  2. Memberdayakan masyarakat dalam bidang kesehatan.
  3. Melaksanakan pembangunan kesehatan berskala Provinsi.
  4. Menyelenggarakan manajemen kesehatan yang efektif.

TUJUAN :

  • Terselenggaranya pembangunan kesehatan secara berhasilguna dan berdayaguna dalam rangka mencapai derajat kesehatan masyarakat Provinsi Kepulauan Riau yang setinggi-tingginya.

SASARAN :

  1. Pembangunan kesehatan diarahkan untuk mencapai sasaran sebagaimana tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2005 - 2010.
  2. Meningkatnya umur harapan hidup dari 66,2 tahun menjadi 70,6 tahun.
  3. Menurunnya angka kematian bayi dari 35 menjadi kurang dari 26 per 1000 kelahiran hidup
  4. Menurunnya angka kematian ibu melahirkan dari 220 menjadi kurang dari 180 per 100.000 kelahiran hidup
  5. Menurunnya prevalensi gizi kurang pada anak balita menjadi kurang dari 20% dan gizi buruk menjadi kurang dari 1 %.
  6. Meningkatnya cakupan persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan menjadi 90%.
  7. Meningkatnya cakupan pelayanan antenatal (K1) 90% , cakupan kunjungan neonatus (KN2) menjadi 90%, dan cakupan kunjungan bayi menjadi 90%
  8. Terselenggaranya pelayanan kesehatan bagi penduduk miskin secara gratis di Puskesmas dan Rumah Sakit kelas III sebesar 100%
  9. Meningkatnya cakupan rawat jalan menjadi sekurang-kurangnya 15%
  10. Meningkatnya cakupan rawat inap menjadi sekurang-kurangnya 1,5%
  11. Meningkatnya jumlah rumah sakit yang melaksanakan pelayanan gawat darurat menjadi 90%, jumlah rumah sakit yang melaksanakan pelayanan obstetri dan neonatal emergensi komprehensif (PONEK) menjadi 80%, dan jumlah rumah sakit yang terakreditasi menjadi 75%
  12. Persentase desa yang mencapai Universal Child Imunization (UCI) menjadi di atas 90 %.
  13. Meningkatnya Angka Penemuan Penderita (Case Detection Rate) penyakit TB menjadi 70% dan angka keberhasilan pengobatan ( Cure Rate) TB menjadi di atas 85% dengan angka estimated working 160 per 100 ribu penduduk.
  14. Meningkatnya Angka PenemuanAcute Flaccid Paralysis (AFP)menjadi 2/100.000 anak usia kurang dari 15 tahun
  15. Meningkatnya penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) yang ditangani menjadi sekurang-kurangnya 80%
  16. Meningkatnya penderita Malaria yang diobati menjadi 100%
  17. Menurunnya Case Fatality Rate (CFR) Diare pada saat Kejadian Luar Biasa (KLB) 1,2%
  18. Meningkatnya ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) mendapat pengobatan ART menjadi 100%
  19. Meningkatnya persentase ibu hamil yang mendapat tablet Fe menjadi 80%
  20. Meningkatnya persentase Bayi Yang Mendapat ASI eksklusif menjadi 60%
  21. Meningkatnya Balita yang mendapatkan vitamin A menjadi 80%
  22. Meningkatnya Balita gizi kurang dan gizi buruk yang ditangani menjadi 100%
  23. Meningkatnya Ibu hamil Kurang Energi Kronis (KEK) yang ditangani menjadi 100%
  24. Meningkatnya Sekolah yang melaksanakan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) menjadi 100%
  25. Meningkatnya persentase rumah tangga berperilaku hidup bersih dan sehat menjadi 60%
  26. Meningkatnya persentase posyandu purnama dan mandiri menjadi 40%
  27. Meningkatnya persentase keluarga menghuni rumah yang memenuhi syarat kesehatan menjadi 80%, persentase keluarga menggunakan air bersih : 85 % dan persentase keluarga menggunakan jamban memenuhi syarat kesehatan 80%.
  28. Meningkatnya persentase tempat-tempat umum (TTU) yang memenuhi syarat kesehatan menjadi 80%.

STRATEGI :

  • Untuk mencapai dan mewujudkan visi Kepulauan Riau Sehat 2010, dan telah sesuai dengan misi yang telah ditetapkan, maka dalam periode 2005-2010 tersebut akan ditempuh strategi sebagai berikut :
  1. Meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas
    Sterategi peningkatan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan diakukan melalui peningkatan jumah, pemerataan dan kualitas pelayanan kesehatan, peningkatan jumlah,jenis mutu dan penyebaran tenaga kesehatan, menjamin ketersediaan, pemerataan, mutu dan keterjangkauan obat dan perbekalan kesehatan serta pengembangan kebijakan dan memantapkan manajemen pembangunan kesehatan.
  2. Menggerakkan dan memberdayakan masyarakat untuk hidup sehat
    Dalam era reformasi, masyarakat termasuk swasta harus berperan aktif dalam pembangunan kesehatan yang dimulai sejak penyusunan berbagai kebijakan pembangunan.
  3. Meningkatkan sistem surveilans, monitoring dan informasi kesehatan
    Peningkatan surveilans dan monitoring dilaksanakan dengan meningkatkan peran aktif masyarakat dalam pelaporan masalah kesehatan di wilayahnya. Kewaspadaan terhadap penyakit potensial Kejadian Luar Biasa dan renpon cepat akan ditingkatkan yang didukung pengembangan Sistem Informasi Kesehatan pada semua tingkatan.
  4. Memantapkan manajemen kesehatan yang dinamis dan akuntabel
  5. Pemantapan manajemen kesehatan yang meliputi Penyusunan Rencana Strategi, Sistem Kesehatan Daerah, SIMKES, SIMPUS, SIK, Manajemen SDM terus ditingkatkan.

Bagan Dinas Kesehatan