Kak Seto : Anak Jangan Terlalu Dinilai, Tapi Diapresiasi

Rabu, 18 Desember 2019
15:58 WIB
1840 Views
Bagikan Berita Ini
Kak Seto : Anak Jangan Terlalu Dinilai, Tapi Diapresiasi

TANJUNGPINANG - Dr. Seto Mulyadi, S.Psi., M.Si. yang akrab disapa Kak Seto, mengajak ibu-ibu di Kepri mendidik anak dengan nyanyian. Selain anak-anak menjadi lebih kreatif, juga lebih mudah mengingat instruksi yang harus dikerjakan sehari-hari.

“Sholat sehari semalam lima waktunya. Sholat subuh, dzuhur, ashar, magrib dan isya. Subuh dua rakaatnya, magrib tiga rakaatnya, dzuhur, ashar dan isya empat rakaatnya. Marilah mari kerjakan. Jangan sampai ditinggalkan. Selama hayat masih dikandung badan,” demikian penggalan lagu yang diajarkan Kak Seto, Selasa (17/12).

Ada beberapa lagu yang dicontohkan Kak Seto. Ia menyanyikan dua bait pertama, kemudian ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan Provinsi Kepri dan para tamu undangan melanjutkan bait-bait berikutnya. Tak terkecuali Bunda PAUD Kepri, Rosmery yang semangat ikut bernyanyi sambil bertepuk tangan.

“Ayo ibu-ibu nanti bisa menciptakan lagunya sendiri. Seperti Pak Gubernur tadi yang menyanyi, itu bagus sekali,” Kak Seto memuji Plt Gubernur Kepri, Isdianto yang menyanyikan Sio Mama khusus untuk para ibu-ibu.

Kak Seto memang didaulat menjadi Narasumber pada Peringatan Puncak HUT ke-20 Dharma Wanita Persatuan Provinsi Kepri. Ia mengajak para ibu di Kepri mendidik anak dengan cinta. Dengan banyak memberikan apresiasi.

“Jangan anak-anak terlalu dinilai. Biarkan mereka bebas tanpa penilaian. Yang penting diapresiasi. ‘Mama banggga loh sama kamu.’ ‘Jangan taku salah.’ Kalimat-kalimat apresiasi itu harus sering disampaikan kepada anak,” tambah Kak Seto.

Kak Seto juga mengingatkan bahwa anak usia PAUD atau TK, tidak dibenarkan diajarkan membaca, menulis dan berhitung (Calistung). “Dari zaman Pak Harto itu pun sudah dilarang. Anak belajar Calistung nanti pada usia tujuh tahun,” jelasnya.

Pihak sekolah juga tidak dibenarkan memberikan tes Calistung untuk syarat mendaftar sekolah. “Syarat masuk sekolah itu usia. Anak usia tujuh tahun sudah wajib sekolah. Tidak ada tes-tes, hanya kecukupan usia,” ungkap Kak Seto.