TUTUP

Selamat Datang di Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau || Tanggal : 18-Sep-2019 | Pukul : 01:11:52 , Selamat Malam

×

Logo Jembatan Dompak Kepri Secara Keseluruhan Menjadi Simbol Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau Yang Selalu Ingin Terhubung Dengan Masyarakatnya, Selalu Terbuka dan Selalu Mempersembahkan Yang Terbaik Bagi Siapapun Yang Menemuinya. "757 Disingkat Jadi Ju Ma Ju yang Didefinisikan dengan maju-maju. Kepri Maju".

Cetak

Kepriprov.go.id

Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau
TUTUP

Penulis Asiik2 - 21 September 2018
176
Foto Oleh : Asiik3
TANJUNGPINANG - Pemerintah Provinsi Kepri mengajak seluruh masyarakat Provinsi Kepri yang memiliki anak usia 0-9 bulan hingga 15 tahun untuk dapat melakukan imunisasi Campak(Measles) dan Rubella. Pasalnya, saat ini jumlah penyebaran virus Campak dan Rubella ini sudah masuk pada tahap darurat dan memprihatinkan. Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Kepri H Isdianto saat membuka Diskusi ancaman Campak Rubella dan CSR di Provinsi Kepri di Aston Hotel Tanjungpinang,Kamis (20/9). "Ayo, bawa anak- untuk melakukan imunisasi, imunisasi adalah cara satu satunya untuk pencegahan terjangkit nya virus ini," ungkap Wagub. Wagub mengungkapkan bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati, itulah yang harus kita lakukan saat ini, mengingat besarnya ancaman penularan dan dampak virus Rubella yang menyerang ibu hamil dan anak-anak. "Untuk itu, saya mendorong semua pihak khususnya orang tua untuk dapat membawa anaknya ke imunisasi MR ini, jangan sampai kita dan orang terdekat kita menjadi korban keganasan virus ini," tegas Wagub. Wagub juga mengungkapkan bahwa saat ini Provinsi Kepri satu dari 8 provinsi terendah capaian  vaksin MR sebagai Indonesia. "Untuk itu, mari kita bersama-sama untuk mendukung program vaksinasi MR ini, sehingga Kepri bebas dari penyebaran Virus MR ini," ungkap Wagub. Sementara itu, Wagub meminta orangtua penderita Rubella untuk tegar dan tetap kuat menjalani cobaan yang diberikan Allah SWT, yang memberikan titipan anak penderita Campak Rubella ini. "Saya yakin ini ibu-ibu adalah orang-orang yang hebat yang mampu memelihara dan menjaga anak-anak penderita Rubella, dan tetap memberikan yang terbaik bagi mereka baik itu pendidikan dan lainnya," tegas Wagub. Wagub mengungkapkan bahwa Pemprov Kepri siap membantu dalam memberikan bantuan dan fasilitas untuk anak-anak berkebutuhan khusus yang ada. "Sehingga dengan begitu, mereka dapat sama seperti anak-anak lainnya dan mampu berprestasi," kata Wagub yang hadir didampingi Istri. Sementara itu, WIndri Rahayu salah satu orang tua penderita Rubella di Provinsi Kepri menceritakan terkait bahaya virus rubella yang menyerang mata, telinga hingga lambatnya pertumbuhan anaknya. "Awalnya saya tidak tahu virus ini rubella, dan waktu hamil tak terdeteksi juga, namun setelah anak saya lahir dan ia menderita matanya tak bisa melihat bahkan mendengar, pertumbuhan nya juga lambat," ungkap WIndri yang membawa sang buah hati bernama Faris Arkan yang menderita Rubella. Untuk itu, WIndri Rahayu menghimbau semua orang tua khususnya yang memiliki anak usia 0-9 bulan sampai 15 tahun membawa anaknya ke imunisasi untuk menghindari penyerangan dan dampak virus rubella ini. "Saya harap tak ada lagi orang tua yang menderita seperti saya , untuk itu mari ke posyandu agar anak-anak  bebas dari rubella," ucap WIndri dengan tegar. Tak hanya WIndri, dalam diskusi dampak dan ancaman Campak Rubella di Provinsi Kepri juga mendatangkan Fera windayani guru SLB kijang lama yang terkena virus Rubella,Suharni ibu dengan anak penderita rubella Serta Maharani Rosmerry pegawai RSUD TPI ibu hamil yang terkena virus rubella.  Serta Sekretaris MUI Provinsi Kepri Edi Safrani yang memastikan vaksin MR diperbolehkan dalam Islam dikarena dalam keadaan darurat bencana. Dipublish Oleh - Diskominfo Kepri