TUTUP

Selamat Datang di Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau || Tanggal : 24-Aug-2019 | Pukul : 15:48:04 , Selamat Sore !!

×

Logo Jembatan Dompak Kepri Secara Keseluruhan Menjadi Simbol Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau Yang Selalu Ingin Terhubung Dengan Masyarakatnya, Selalu Terbuka dan Selalu Mempersembahkan Yang Terbaik Bagi Siapapun Yang Menemuinya. "757 Disingkat Jadi Ju Ma Ju yang Didefinisikan dengan maju-maju. Kepri Maju".

Cetak

Kepriprov.go.id

Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau
TUTUP

SMKN 1 Batam Sumbang Medali Emas Untuk Indonesia

Penulis SN - 24 September 2018
166
Ilustrasi Foto Oleh : Diskominfo Kepri

BATAM - Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) Batam kembali mendulang emas pada kompetisi Asean Skill Competiton (ASC) yang digelar di Bangkok, Thailand pada tanggal 26 Agustus hingga 5 September lalu. Wakili nama besar Indonesia, Fahrezi Miftahul Afif dan Hernan S Idris, dua peserta dari SMKN I Batam berhasil menaklukan puluhan kompetitor dari 10 negara Asean yang mengikuti kompetisi dua tahunan itu dalam bidang Industrial Otomation.

Perestasi yang mengharumkan nama bangsa ini bukan yang pertama kali. ASC yang digelar rutin setiap dua tahun ini sudah menjadi langganan peserta dari SMKN 1 Batam untuk mendulang medali emas. Tahun 2010 di Thailanda, tahun 2012 di Jakarta dan tahun 2016 di Kuala Lumpur, peserta dari SMK I berturut-turut menyabet medali emas di bidang perlombaan yang sama. “Hanya tahun 2014 di Vietnam yang dapat perak,” ujar Kepala SMKN I Batam Lea Lindrawijaya, Senin (24/9).

Ini merupakan prestasi yang cukup membanggakan sebab kompetisi keahlian ini diikuti ratusan kompetititor dari sepuluh negara di Asean. Tidak itu saja peserta yang ikut kompetisi bukan saja dari kalangan pelajar tingkat SMK tapi juga mahasiswa perguruan tinggi hingga karyawan perusahaan ternama seperti perusahaan mobil dan lain sebagainya. “Ukurannya umur. Kalau dari Indonesia maksimal 22 tahun. Jadi bukan tingkat pendidikan atau sekolah perlombaan ini. Dari negara-negera tetangga lain peserta malahan dari perusahaan mobil,” tutur Lea.

Untuk bisa mengikuti kompetisi ilimiah yang bergengsi ini peserta harus melalui serangkaian seleksi yang sangat ketat, dimulai dengan seleksi tingkat sekolah, dilanjutkan ketingkat daerah, provinsi dan nasional. Peserta yang ikut seleksi pun tidak sedikit minimal 10 kompetitir di masing-masing tingkat. “Setelah lolos seleksi mereka juga harus mengikuti pelatihan BBPLK (Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja) di Bekasi selama sembilan bulan. Itu termasuk pematangan bahasa Inggris mereka sebab saat kompetisi menggunakan bahasa Inggris,” tutur Lea.

Dipublish Oleh - Diskominfo Kepri