TUTUP

Selamat Datang di Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau || Tanggal : 22-May-2019 | Pukul : 04:32:11 , Selamat Malam

×

Logo Jembatan Dompak Kepri Secara Keseluruhan Menjadi Simbol Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau Yang Selalu Ingin Terhubung Dengan Masyarakatnya, Selalu Terbuka dan Selalu Mempersembahkan Yang Terbaik Bagi Siapapun Yang Menemuinya. "757 Disingkat Jadi Ju Ma Ju yang Didefinisikan dengan maju-maju. Kepri Maju".

Cetak

Kepriprov.go.id

Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau
TUTUP

Kepri Inflasi 0,21 Persen

Penulis Asiik2 - 03 April 2018
176
Foto Oleh : Asiik3

TANJUNGPINANG - Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Riau (BPS) mencatat inflasi yang terjadi di wilayah itu pada Maret 2018 hanya 0,21 persen.

Kepada belasan jurnalis di Tanjungpinang, Senin, Kepala BPS Kepri Panusunan Siregar, mengatakan, inflasi di Kepri merupakan gabungan dari inflasi yang terjadi di Tanjungpinang dan Batam. Kota Batam mengalamiinflasi sebesar 0,27 persen sedangkan Kota Tanjungpinang deflasi sebesar 0,18 persen.

"Maret 2018 ternyata gabungan dua kota  (Kota Batam dan Kota Tanjungpinang) yang disurvei indek harga konsumennya menunjukkan inflasi sebesar 0,21 persen. Saat itu indeks harga konsumen sebesar 133,3," ujarnya.

Siregar menjelaskan inflasi tahun kalender (Januari-Maret 2018) sebesar 1,05 persen, sedangkan inflasi tahun ke tahun (Maret 2018 terhadap Maret 2017) sebesar 5,05 persen.

Ia menjelaskan indeks harga konsumen gabungan pada dua kota di Kepri pada Maret 2018 naik dari 133,04 pada Februari 2018 menjadi 133,31.

Inflasi gabungan dua kota di Kepri disebabkan oleh kenaikan indeks lima kelompok yang menyusun inflasi gabungan dua kota indeks harga konsumen yaitu kelompok bahan makanan sebesar 0,94 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,19 persen, kelompok sandang sebesar 0,15 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,29 persen, serta kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga sebesar 0,03 persen.

Sebaliknya dua kelompok  yang mengalami penurunan indeks yaitu kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,11 persen serta kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,10 persen

“Dari 23 kota di sumatra yang di survei indeks harga konsumen, tercatat 19 kota mengalamai inflasi dan 4 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di kota Dumai sebesar 0,02 persen. Kota Batam dari 20 kota yang mengalami inflasi di Sumatra menempati posisi ke-14 sedangkan kota Tanjungpinang dari 4 kota yang mengalami deflasi di Sumatra menduduki peringkat ke-2” jelasnya.

Dipublish Oleh - Diskominfo Kepri