TUTUP

Selamat Datang di Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau || Tanggal : 18-Sep-2019 | Pukul : 00:33:04 , Selamat Malam

×

Logo Jembatan Dompak Kepri Secara Keseluruhan Menjadi Simbol Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau Yang Selalu Ingin Terhubung Dengan Masyarakatnya, Selalu Terbuka dan Selalu Mempersembahkan Yang Terbaik Bagi Siapapun Yang Menemuinya. "757 Disingkat Jadi Ju Ma Ju yang Didefinisikan dengan maju-maju. Kepri Maju".

Cetak

Kepriprov.go.id

Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau
TUTUP

Penulis SN - 27 September 2018
206
Foto Oleh : Diskominfo Kepri
TANJUNGPINANG - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau memastikan seluruh sekolah di wilayah itu menerapkan mata pelajaran muatan lokal berbasis budaya melayu. Kepala Dinas Pendidikan Kepri, M Dali di Tanjungpinang, Rabu (26/9) mengatakan muatan lokal perlu dipelajari oleh para pelajar agar memahami sejarah melayu Kepri dan menyintai budaya lokal. Pendidikan dalam budaya lokal juga mendorong para generasi muda untuk meningkatkan kualitas dan moral. "Ada pelajaran tentang kehidupan, nasehat tokoh-tokoh melayu terdahulu yang patut ditiru dalam kehidupan sekarang, seperti syair Gurindam 12," ujarnya. Dali mengemukakan, keinginan DPRD Kepri agar muatan lokal dipelajari di sekolah sudah dilaksanakan sejak beberapa tahun lalu. Namun dalam pelaksanaannya di sekolah-sekolah bentuknya tidak selalu sama. Ada sekolah yang memasukkan muatan lokal dalam mata pelajaran kesenian, arab melayu dan ekstrakulikuler. Tetapi pada prinsipnya, bentuk yang berbeda itu tidak mengurangi nilai-nilai muatan lokal. Dali juga berharap pihak sekolah memperhatikan hal itu sebagai hal yang penting agar generasi ke depan tetap memahami budaya lokal. Inovasi dapat dilakukan tanpa mengubah atau mengurangi nilai dari muatan lokal. Inovasi dalam proses pengajaran dibutuhkan agar pelajar mudah memahaminya. "Ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk selalu menjaga kelestarian budaya lokal sejak dini," katanya. Dipublish Oleh - Diskominfo Kepri