TUTUP

Selamat Datang di Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau || Tanggal : 25-Jun-2019 | Pukul : 15:00:54 , Selamat Sore !!

×

Logo Jembatan Dompak Kepri Secara Keseluruhan Menjadi Simbol Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau Yang Selalu Ingin Terhubung Dengan Masyarakatnya, Selalu Terbuka dan Selalu Mempersembahkan Yang Terbaik Bagi Siapapun Yang Menemuinya. "757 Disingkat Jadi Ju Ma Ju yang Didefinisikan dengan maju-maju. Kepri Maju".

Cetak

Kepriprov.go.id

Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau
TUTUP

Indeks Kerawanan Pemilu Kepri Dalam Kategori Sedang

Penulis Asiik2 - 04 October 2018
159
Kordiv PHL Idris (kiri) dan Wakordiv PHL Bawaslu Kepri Indrawan Susilo Prabowoadi menerangkan tingkat kerawanan Pemilu 2019 dalam Forum Group Diskusi bersama jurnalis digelar di Hotel Aston Tanjungpinang, Rabu (3/10/2018). Foto Oleh : Asiik3

TANJUNGPINANG - Badan Pengawas Pemilu Bawaslu Provinsi Kepri mengatakan bahwa Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) tahun 2019 di Provinsi Kepri berada dalam kategori sedang.

Yangmana,IKP kategori sedang berada dalam persentase 33.01- 66.0 dan merupakan kategori potensi kerawanan yang cenderung mudah terjadi dan harus mendapatkan perhatian lebih.

Hal ini disampaikan Divisi Hukum Badan Pengawas Pemilu Bawaslu Provinsi Kepri Indrawan Susilo Prabowo Adi pada sosialisasi tahapan pemilu di Aston Hotel Tanjungpinang, Rabu (3/10).

"Agar hal ini menjadi early warning sistem untuk seluruh penyelenggara pemilu untuk mengantisipasi terjadinya permasalahan dalam pelaksanaan pemilu," ungkap Indrawan.

Indrawan mengatakan bahwa Provinsi Kepri meraih nilai 48,3 untuk Index Kerawanan Pemilu.

"Ada sepuluh tindak kerawanan pemilu yang terjadi di Provinsi Kepri," ungkap Indrawan.

Seperti, Otoritas Penyelenggaraan Pemilu menyangkut independensi dan ketaatan penyelenggara pemilu dengan regulasi, kenetralan ASN, TNI dan Polri, relasi kepala daerah dengan penyelenggara pemilu.

"Pemilih yang belum masuk dalam Daftar Pemilih Tetap atau pemilih pemula, politisasi sara dan birokrasi ," ungkap Indrawan.

Serta lanjut Indrawan, yang paling sering terjadi yakni ujaran kebencian di medsos dan hoax, Politik uang, kontestasi antar caleg dan parpol, rekapitulasi dan migrasi suara.

Dipublish Oleh - Diskominfo Kepri