TUTUP

Selamat Datang di Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau || Tanggal : 24-Aug-2019 | Pukul : 05:06:13 , Selamat Malam

×

Logo Jembatan Dompak Kepri Secara Keseluruhan Menjadi Simbol Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau Yang Selalu Ingin Terhubung Dengan Masyarakatnya, Selalu Terbuka dan Selalu Mempersembahkan Yang Terbaik Bagi Siapapun Yang Menemuinya. "757 Disingkat Jadi Ju Ma Ju yang Didefinisikan dengan maju-maju. Kepri Maju".

Cetak

Kepriprov.go.id

Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau
TUTUP

Pemkot Rencanakan Batam Sebagai Kawasan Ekonomi Khusus

Penulis SN - 04 October 2018
161
Ilustrasi Foto Oleh : Diskominfo Kepri

BATAM - Pemerintah Kota Batam Kepulauan Riau meminta Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian memastikan status Batam, yang rencananya bertransformasi dari Kawasan Perdagangkan Bebas Pelabuhan Bebas menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). "Kami berharap ada kepastian tentang Batam. Kareba banyak pengusaha besar yang ingin status Batam jelas," kata Walikota Batam Muhammad Rudi di Batam, Rabu (3/10).

Ia menyatakan Kementerian Perekonomian sudah setahun tidak membahas rencana transformasi Batam menjadi KEK bersama Pemkot. Padahal, ide menjadikan Batam sebagai KEK berasal dari pemerintah pusat. Walikota mendesak pemerintah pusat memutuskan nasib Batam, demi kepastian hukum yang menjamin dunia investasi. "Sudah hampir setahun tidak ada pembahasan sekalipun. Kami minta didudukkan, jadi atau tidak. Kalau tidak, katakan tidak jadi, jadi orang tidak menunggu-nunggu," kata Walikota.

Meski begitu, pemerintah pusat tetap melanjutkan rencana penetapan Batam sebagai KEK. Menurut dia, KEK lebih diminati oleh pengusaha ketimbang FTZ (Free Trade Zone). Insentif yang diberikan kepada penanam modal dalam KEK lebih menarik ketimbang FTZ. Ia pun optimis, dunia investasi di kawasan itu lebih bergairah dengan status KEK. "Kalau KEK lebih jelas, stimulannya lebih jelas. Sedangkan FTZ sudah tidak lagi, menarik karena fasikitas di pelabuhan saja, PPN dan PPNBM. Kalau KEK banyak, sampai 14," kata dia.

Walikota mengaku sudah mengirimkan surat kepada Menko Perekonomian Darmin Nasution, mempertanyakan kepastian status Batam, namun belum mendapatkan jawaban yang memuaskan. "Kami sudah surati lagi, menanyakan apa perkembangan, karena pengusaha besar meminta KEK," kata dia.

Dipublish Oleh - Diskominfo Kepri