TUTUP

Selamat Datang di Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau || Tanggal : 06-Apr-2020 | Pukul : 06:36:13 , Selamat Pagi !!

×

Logo Jembatan Dompak Kepri Secara Keseluruhan Menjadi Simbol Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau Yang Selalu Ingin Terhubung Dengan Masyarakatnya, Selalu Terbuka dan Selalu Mempersembahkan Yang Terbaik Bagi Siapapun Yang Menemuinya. "757 Disingkat Jadi Ju Ma Ju yang Didefinisikan dengan maju-maju. Kepri Maju".

Cetak

Kepriprov.go.id

Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau
TUTUP

Penulis SN - 10 October 2018
213
Foto Oleh : Diskominfo Kepri
NATUNA - Disela-sela kunjungan kerjanya ke Kecamatan Serasan dan Serasan Timur, Selasa (9/10), Wakil Bupati (Wabup) Natuna Hj. Ngesti Yuni Suprapti, melaksanakan berbagai kegiatan. Diantaranya melakukan peninjauan proyek fisik, sarana kesehatan, pendidikan, membuka Workshop Ruang Berbagi Ilmu (RuBI), temu ramah bersama masyarakat hingga tausiyah agama di beberapa masjid. gesti juga menyempatkan diri memberikan pencerahan terhadap siswa siswi sekolah, dengan menjadi Inspektur Upacara (Irup) di SMP N 1 Serasan. Dalam amanatnya, Ngesti menyampaikan, bahwa dirinya tidak ingin ada anak-anak di Kabupaten Natuna, khususnya di Kecamatan Serasan, yang putus sekolah. Pasalnya kata dia, Pemerintah telah mewajibkan setiap anak di Indonesia, untuk wajib belajar 9 tahun. Guna mensukseskan program tersebut, pemerintah di setiap daerah, diwajibkan untuk menyiapkan anggaran sebesar 20 persen dari total pendapatan daerah, yang digunakan untuk menunjang pendididikan. “Saya tidak ingin ada anak Natuna yang putus sekolah. Apapun masalahnya, harus tetap sekolah. Tidak ada alasan untuk tidak sekolah, karena sekolah sudah gratis,” kata Ngesti, didepan guru dan siswa SMP N 1 Serasan. Ia pun meminta kepada seluruh guru di Kabupaten Natuna, agar selalu mengawasi dan mengontrol setiap anak didiknya yang mulai berhenti sekolah. Jika perlu dibicarakan kepada wali muridnya, agar dapat diketahui apa penyebab si anak sehingga tidak mau sekolah. “Kepada para guru, kalau ada siswanya yang mulai malas sekolah, tolong dibina, jangan malah dibinasakan. Kalau sudah dibina tapi tidak juga mau sekolah, berarti memang anaknya yang tidak mau sekolah,” tegas Ngesti. Ngesti menekankan, bahwa saat ini tidak ada lagi penerimaan pegawai negeri sipil (PNS), yang ijazahnya hanya sampai SLTA. Untuk itu ia berharap, agar setiap anak yang sudah tamat SLTA, agar melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi lagi, hingga ke perguruan tinggi. “Saya ingin kader-kader Natuna dapat menyiapkan diri, untuk menghadapi tantangan dan mengambil setiap peluang kerja. Jangan sampai nanti kesempatan yang ada diambil oleh orang-orang jauh dari luar Natuna. Kan sayang, kalau kita hanya jadi penonton. Apalagi kedepan Natuna pasti akan semakin maju, dan pasti akan membutuhkan banyak tenaga kerja yang mumpuni,” papar Ngesti. Ditambahkan Ngesti, di zaman milenial saat ini, setiap anak sekolah sudah menggunakan Handphone (HP). Untuk itu ia meminta, agar siswa siswi dapat bijak memanfaatkan kemajuan teknologi dengan kegiatan positif. “Saya yakin semua anak sudah diberikan HP oleh orang tuanya. Untuk itu saya harap setiap orang tua dapat mengawasi dan mengontrol anak-anaknya, agar tidak mengakses konten negatif melalui HP nya,” pungkasnya. Dipublish Oleh - Diskominfo Kepri