TUTUP

Selamat Datang di Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau || Tanggal : 10-Apr-2020 | Pukul : 12:58:16 , Selamat Siang !!

×

Logo Jembatan Dompak Kepri Secara Keseluruhan Menjadi Simbol Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau Yang Selalu Ingin Terhubung Dengan Masyarakatnya, Selalu Terbuka dan Selalu Mempersembahkan Yang Terbaik Bagi Siapapun Yang Menemuinya. "757 Disingkat Jadi Ju Ma Ju yang Didefinisikan dengan maju-maju. Kepri Maju".

Cetak

Kepriprov.go.id

Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau
TUTUP

Penulis SN - 15 October 2018
205
Foto Oleh : Diskominfo Kepri
KARIMUN - Kerajinan tanjak, sejenis topi khas Melayu, menyedot perhatian pengunjung Pameran Ekonomi Kreatif memperingati hari ulang tahun (HUT) Kabupaten Karimun ke-19, di Coastal Area, Tanjung Balai Karimun, Minggu (14/10). Pengunjung pameran tidak hanya bertanya cara membuat tanjak, tetapi juga membeli kerajinan hasil karya Majelis Tanjak Karimun tersebut. "Saya beli satu, teman-teman juga banyak yang beli," kata Sidik, salah seorang pegawai instansi vertikal di Tanjung Balai Karimun. Sidik mengaku tertarik membeli tanjak karena sedang populer di kalangan warga. Dia merogoh kocek sebesar Rp250.000 untuk membeli satu tanjak berwarna perak. "Saya lihat tanjak mulai dipakai anak-anak muda, makanya saya juga beli satu. Hitung-hitungan ikut berperan mempopulerkan khasanah budaya Melayu," kata dia. Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan ESDM Muhammad Yosli mengatakan, tanjak merupakan satu dari produk UMKM unggulan yang dipamerkan dalam pameran ekonomi kreatif memeriahkan HUT Kabupaten Karimun ke-19. "Tanjak merupakan sejenis songkok zaman kerajaan Melayu yang dibentuk dari kain songket. Setiap jenis dan bentuk tanjak memiliki arti dan filosofi tersendiri sesuai adat istiadat Melayu," kata dia. Kerajinan tanjak yang dipamerkan tersebut, menurut dia, merupakan karya Komunitas Tanjak Karimun yang sedang gencar-gencarnya mempromosikan penggunaan tanjak di kalangan warga masyarakat."Kemarin (13/10), Majelis Tanjak Karimun juga menggelar pelatihan membuat tanjak bersama komunitas tanjak dari, luar negeri dan daerah lain," ujarnya. Adapun pelatihan membuat tanjak tersebut tersebut diikuti peserta dan pengajar dari Malaysia masing-masing 7 orang, peserta dari Singapura 7 orang, Thailand satu orang, Batam 10 orang, Karimun 8 orang, Lingga 3 orang, Bintan dan Tanjungpinang 3 orang. Kemudian, peserta dari Kalimantan Barat 2 orang dan Sulawesi Selatan 2 orang. Selain memamerkan kerajinan tanjak, pameran ekonomi kreatif tersebut memamerkan aneka makanan khas Karimun, kerajinan dari barang-barang bekas, kerajinan dari bahan dasar timah dan lainnya. Dipublish Oleh - Diskominfo Kepri