TUTUP

Selamat Datang di Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau || Tanggal : 25-Jun-2019 | Pukul : 15:03:35 , Selamat Sore !!

×

Logo Jembatan Dompak Kepri Secara Keseluruhan Menjadi Simbol Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau Yang Selalu Ingin Terhubung Dengan Masyarakatnya, Selalu Terbuka dan Selalu Mempersembahkan Yang Terbaik Bagi Siapapun Yang Menemuinya. "757 Disingkat Jadi Ju Ma Ju yang Didefinisikan dengan maju-maju. Kepri Maju".

Cetak

Kepriprov.go.id

Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau
TUTUP

Diharapkan Awal 2019 PDAM Bisa Layani 50 Ribu Pelanggan

Penulis Cici - 25 April 2018
222
-ilustrasi (courtesy of google) Foto Oleh : Siti Saraswati

Saat ini Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kepri hanya bisa mengaliri sekitar 18 ribu pelanggan. Namun diharapkan dengan beroperasinya Waduk Kawal, pada awal 2019 mendatang sudah bisa mengaliri sekitar 50 ribu pelanggan.

“Sekarang ini kita belum mampu penuhi semua. Sekarang sumber air kita di Sungai Pulai dan Waduk Gesek, sedangkan Sungai Pulai kalau sedang bagus debit air bisa sampai empat meter. Ini karena hujan seminggu, jadi 1,3 meter. Sebelumnya dibawah satu meter,” ujar Syamsul Bahrum, Ph.D, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Kepri yang juga menjabat Pelaksana Tugas Direktur PDAM Tirta Kepri, Rabu (25/4).

Tidak dipungkiri debit air di Sungai Pulai hanya dapat terisi baik pada saat musim penghujan saja. Pasalnya waduk tersebut tidak memiliki sungai, sedangkan sebagian besar daerah tangkapan tidak dapat mensuplai air dengan maksimal.

“Daerah tangkapan di sekitar yang kurang baik, ditambah lagi daerah sekitar ada perkebunan sawit yang juga membutuhkan air. Saat hujan paling debit air hanya bisa naik 40 sampai 50 sentimeter,” tambah Plt Direktur PDAM.

Beruntung untuk meningkatkan performa DPAM, pada 2018 ini Pemprov Kepri menyediakan anggaran sebesar Rp 7 miliar untuk membangun pipa primer dan sekunder. “Pipa ini sangat penting untuk akses ke pipa tersier. Pipa tersier ini yang untuk masuk ke rumah-rumah masyarakat. Karena pemerintah hanya menganggarkan pipa primer dan sekunder yang disubsidi, pipa tersier jadi beban konsumen,” tambahnya.

Saat ini pembangunan pipa-pipa tersebut sudah mulai dikerjakan. Tampak beberapa waktu lalu para pekerja memasang pipa di Jalan Tri Wijaya, sekitar Batu 15 arah Uban.

Disamping itu saat ini PDAM Tirta Kepri juga sedang membangun waduk di Kawal, dengan anggaran sebesar Rp 87 miliar yang disediakan Pemprov Kepri. “Walaupun tidak masuk proyek strategis nasional, tapi itu masuk proyek strategis daerah,” sebut Plt Direktur PDAM.

Diharapkan dengan rampungnya waduk tersebut, produksi air PDAM Tirta Kepri dapat meningkat dari sebelumnya sekitar 150 liter per detik, menjadi 400 liter per detik. “Dam Kawal seharusnya selesai tahun depan. Diharapkan awal 2019 air bisa mengalir,” tambah ujar Pak Syamsul.

Jika Waduk Kawal beroperasi, maka PDAM dapat melayani sekitar 50 ribu pelanggan. Saat ini PDAM baru mengaliri sekitar 18 ribu rumah tangga di Kota Tanjungpinang, Tanjunguban dan Kijang.

Dipublish Oleh - Diskominfo Kepri