TUTUP

Selamat Datang di Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau || Tanggal : 18-Sep-2019 | Pukul : 02:42:06 , Selamat Malam

×

Logo Jembatan Dompak Kepri Secara Keseluruhan Menjadi Simbol Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau Yang Selalu Ingin Terhubung Dengan Masyarakatnya, Selalu Terbuka dan Selalu Mempersembahkan Yang Terbaik Bagi Siapapun Yang Menemuinya. "757 Disingkat Jadi Ju Ma Ju yang Didefinisikan dengan maju-maju. Kepri Maju".

Cetak

Kepriprov.go.id

Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau
TUTUP

Penulis SN - 16 October 2018
117
Foto Oleh : Diskominfo Kepri
TANJUNGPINANG - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tanjungpinang menyatakan secara teori wilayah Provinsi Kepri relatif aman dari potensi terjadi gempa bumi. "Kepri bukan merupakan wilayah pertemuan lempeng. Sehingga secara teori, sangat kecil kemungkinannya terjadi gempa," kata prakirawan BMKG Wira Bhakti di Tanjungpinang, Senin (15/10). Bhakti menyebut, gempa di Kepri mungkin bisa dirasakan akibat gempa yang terjadi di wilayah lain. Seperti gempa di wilayah Filipina maupun wilayah Barat Sumatra. Namun, Dia katakan potensi dirasakannya gempa juga sangat kecil. "Untuk gempa, masyarakat di Kepri tidak perlu panik dan khawatir," imbuhnya lagi. Kendati demikian, Bahkti menghimbau kepada seluruh masyarakat Kepulauan Riau, khususnya yang tinggal di kawasan pesisir, agar tetap waspada dengan terjadinya bencana alam berupa angin puting beliung. Apalagi bila ditemui awan hitam pekan atau yang sering disebut awan Cumulonimbis (Cb). "Dengan letak geografis 96 persen lautan dan hanya 4 persen daratan. Potensi puting beliung di Kepri cukup rawan terjadi. Umumnya di daerah pesisir," jelasnya. Bhakti turut menyampaikan, Wilayah di Provinsi Kepri sebagian besar merupakan wilayah yang tidak memiliki musim secara jelas bila dibandingkan wilayah Indonesia lainnya, seperti Pulau Jawa. Wilayah Bintan, sambungnya setiap bulannya selalu terjadi hujan, di mana secara klimatologi pada bulan November dan Desember merupakan puncak musim hujan. "Masyarakat Kepri harus waspada gelombang tinggi, terutama pada puncak angin utara yang umumnya terjadi bulan Desember hingga Februari," pungkasnya. Dipublish Oleh - Diskominfo Kepri