TUTUP

Selamat Datang di Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau || Tanggal : 15-Jun-2019 | Pukul : 04:17:26 , Selamat Malam

×

Logo Jembatan Dompak Kepri Secara Keseluruhan Menjadi Simbol Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau Yang Selalu Ingin Terhubung Dengan Masyarakatnya, Selalu Terbuka dan Selalu Mempersembahkan Yang Terbaik Bagi Siapapun Yang Menemuinya. "757 Disingkat Jadi Ju Ma Ju yang Didefinisikan dengan maju-maju. Kepri Maju".

Cetak

Kepriprov.go.id

Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau
TUTUP

Sardison Berharap Wakil Kepri Beri Hasil Terbaik

Penulis Farnando - 16 October 2018
271
Kepala Dinas PMD Dukcapil Provinsi Kepri, Drs. Sardison, M.Si berharap wakil Kepri dapat meraih gelar juara. Foto Oleh : Farnando

TANJUNGPINANG - Karya pemuda Kepri sedang bersaing di ajang Teknologi Tepat Guna (TTG) Nasional 2018. Kepri mengirimkan empat karya pada TTG yang digelar di Bali ini. Kepala Dinas PMD Dukcapil Provinsi Kepri, Drs. Sardison, M.TP berharap wakil Kepri dapat meraih gelar juara.

“Ada empat wakil yang kita kirimkan. Yaitu tiga karya TTG yang sebelumnya meraih juara I, II dan III pada TTG Tingkat Provinsi Kepri dan satu karya untuk kategori unggulan. Kita tentunya berharap semua bisa memberikan hasil terbaik,” ujar Sardison saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (16/10).

Karya pertama berupa rumah kawin kepiting dan konservasi, yang dikembangkan oleh Rio Priyadi asal Kijang, Bintan. Lalu ada Tabila, chip karya dari Poltek Batam. Berupa inovasi yang berhubungan dengan kendaraan bermotor roda dua.

“Tabila itu singkatan dari tak bisa nyala. Berupa chip yang dipasangkan dan terhubung antara helm dan kendaraan roda dua. Jadi tanpa helm, motor tidak akan bisa jalan. Kalau ada yang mau curi motor, tanpa menggunakan helm itu motornya tak akan bisa hidup atau menyala,” tambah Sardison.

Tabila dapat menjadi alat penunjang keselamatan dan keamanan dalam berkendara. Tak kalah inovatif, Kepri juga mengirimkan karya siswa SMA Tanjung Batu, Karimun yang berhasil menemukan asam cuka dari bahan dasar belimbing wuluh.

“Asam cuka ini gunanya untuk mengeraskan getah dari pohon karet. Tapi ini ramah lingkungan dan bahan bakunya bisa ditemukan dari pekarangan rumah,” sebut Sardison. Sedangkan untuk kategori unggulan, Kepri mengutus inovasi berupa sabun dari limbah serbuk sagu.

Temuan warga Lingga ini telah pula diproduksi tidak hanya dalam bentuk sabun batangan, tapi juga dalam bentuk sabun cair. Dipasarkan dalam ukuran 200 mililiter, 500 mililiter dan satu liter. “Saat ini masih diproduksi terbatas, tergantung pesanan,” ujar Sardison.

Untuk dapat besaing di tingkat nasional, Dinas PMD Dukcapil Provinsi Kepri telah memberikan beberapa penyesuaian. Mulai dari penyempurnaan bahan untuk presentasi hingga memberikan masukan tentang masa kadaluarsa cuka.

Dipublish Oleh - Diskominfo Kepri