TUTUP

Selamat Datang di Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau || Tanggal : 18-Sep-2019 | Pukul : 07:42:47 , Selamat Pagi !!

×

Logo Jembatan Dompak Kepri Secara Keseluruhan Menjadi Simbol Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau Yang Selalu Ingin Terhubung Dengan Masyarakatnya, Selalu Terbuka dan Selalu Mempersembahkan Yang Terbaik Bagi Siapapun Yang Menemuinya. "757 Disingkat Jadi Ju Ma Ju yang Didefinisikan dengan maju-maju. Kepri Maju".

Cetak

Kepriprov.go.id

Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau
TUTUP

Penulis Farnando - 16 October 2018
209
Foto Oleh : Diskominfo Kepri
TANJUNGPINANG - Provinsi Kepri terus mendorong generasi muda menciptakan inovasi teknologi tepat guna (TTG), untuk memudahkan kehidupan sehari-hari. Tak tanggung-tanggung, melalui Dinas PMD Dukcapil Provinsi Kepri akan membantu patenkan dua produk inovasi setiap tahunnya. “Teknologi tepat guna (TTG) ini hadir dari permasalahan masyarakat. Seperti contohnya di Natuna ada kendala dalam produksi bilis. Padahal kebutuhan dan permintaan bilis banyak sekali. Alhamdulillah melalui TTG kendala itu sudah teratasi,” ujar Kepala Dinas PMD Dukcapil Provinsi Kepri, Drs. Sardison, M.TP, Selasa (16/10). Seperti rumah kawin kepiting dan konservasi yang ikut diperlombakan pada TTG Nasional ke-XX di Bali, juga berawal dari permasalahan masyarakat. Dimana pada musim-musim tertentu, para pencari kepiting kesulitan mencari kepiting untuk memenuhi kebutuhan pasar. Masyarakat menyadari untuk menyelesaikan permasalahan tersebut adalah dengan konservasi. “Jadi alat ini ditemukan oleh anak Kijang, salah satu saudara kita juga. Dengan rumah kawin kepiting dan konservasi ini, lebih mempermudah pencarian bibit ketam untuk penakaran,” sebut Sardison. Hal tersebut akan berdampak pada pendapatan masyarakat. Dimana selama ini pencari kepiting atau ketam hanya mampu menyediakan beberapa kilogram saja dalam sehari. Dengan rumah kawin kepiting dan konservasi ini dapat meningkatkan produksi hingga ratusan kilogram. “Ini menjadi peluang pendapatan bagi masyarakat. Karena kebutuhan dan permintaan kepiting ini sangat luar biasa. Saat ini beberapa desa sudah melakukan kerjasama budidaya rumah kawin kepiting. Kalau kita bisa memenuhi kebutuhan lokal, bukan tak mungkin bisa ekspor. Kita terus mendorong inovasi,” jelas Sardison. Untuk itu dalam waktu dekat ini Dinas PMD Dukcapil bakal membentuk Forum  Inventor dan Inovator. Saat ini telah ada Pos Pelayanan Teknologi (Posyantek) di 12 kecamatan dari 70 kecamatan di seluruh Kepri. “Kita akan terus dorong inovasi. Termasuk juga dengan memberikan bantuan dalam pengurusan hak paten atau HAKI (ha katas kekayaan intelektual). Semua kita bantu uruskan termasuk biayanya. Kita targetkan setiap tahun dua usulan HAKI,” tutup Sardison. Dipublish Oleh - Diskominfo Kepri