TUTUP

Selamat Datang di Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau || Tanggal : 22-Aug-2019 | Pukul : 11:48:08 , Selamat Siang !!

×

Logo Jembatan Dompak Kepri Secara Keseluruhan Menjadi Simbol Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau Yang Selalu Ingin Terhubung Dengan Masyarakatnya, Selalu Terbuka dan Selalu Mempersembahkan Yang Terbaik Bagi Siapapun Yang Menemuinya. "757 Disingkat Jadi Ju Ma Ju yang Didefinisikan dengan maju-maju. Kepri Maju".

Cetak

Kepriprov.go.id

Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau
TUTUP

Akses Telekomunikasi Di 90% Wilayah Anambas Lancar

Penulis SN - 16 October 2018
177
Ilustrasi Foto Oleh : Diskominfo Kepri

ANAMBAS - Kepala Dinas Kominfo dan Statistik Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) Jeprizal,  mengklaim mencapai 90% wilayah di Kabupaten Anambas telah terkoneksi signal telekomunikasi. Angka tersebut jauh berkembang pesat dari tahun 2017 silam yang mana baru sekitar 60% di wilayah Anambas yang terjangkau. "Kalau desa itu semuanya telah terakses telekomunikasi (jaringan 2g), namun dengan rentang kendali dan geografis desa yang ada di Anambas membuat terdapat sejumlah dusun yang akses telekomunikasinya masih lemah," ujar Jeprizal, Senin (15/10).

Namun ditambahkan Jeprizal, masih ada juga desa-desa yang kondisi signalnya masih lemah, diantranya Desa Langir Kecamatan Palmatak, lalu Desa Landak, Desa Batu Berapit, Desa Mampok Kecamatan Jemaja. Meski demikian apabila disebutkan desa menyeluruh maka semua telah terakses. "Inilah karakter Anambas, diakibatkan jarak tempuh,  jadi signal tidak dapat menyeluruh. Menariknya ada juga desa yang telah terakses wifi seperti Desa Air Putih. Desa tersebut memiliki sekolah yang terpasang wifi nusantara,"bebernya.

Dengan kondisi yang ada lanjut Jeprizal, pihaknya telah meminta peningkatan pelayanan dari operator Telkomsel maupun Program Kementrian dalam bentuk BTS perbatasan KPU/USO. "Pemda berupaya terus untuk ajukan usulan penambaham tower di desa-desa, untuk target realisasi kapan itu tergantung pusat karena itu program mereka,"jelasnya.

Lemahnya signal tambah Jeprizal, lebih diakibatkan oleh semakin banyaknya pengguna namun kapasitasnya masih standar.  "Dengan perkembangan jaman  kebutuhan masyarakat akan telekomunikasi semakin tinggi, sedangkan kapasitas masih standar ini menjadi penyebabnya,"paparnya.

Sejauh ini  kata Jeprizal, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Komunikasi dan Informasi telah menggelontorkan anggaran berbentuk subsidi bagi kepentingan masyarakat dalam menikmati akses terkomunikasi kepada Kabupaten Kepulauan Anambas setiap tahunnya kurang lebih Rp.50 miliar. "Bantuan subsidi yang diberikan bukan berbentuk fisik uang, namun subsidi itu diberikan terkait akses sinyal agar masyarakat Anambas dapat menikmati pelayanan telekomunikasi dan informasi,"ungkapnya.

Jeprizal juga mengapresiasi lancarnya akses telekomunikasi ini membuat informasi saat musibah tenggelamnya puskel dapat segera dinformasikan ke Kabupaten. "Lancarnya signal Telkomsel membuat akses informasi cepat diberikan pada saat musibah terjadi. Kita meminta kepada pemerintah pusat untuk segera membantu daerah dalam menguatkan titik signal yang masih lemah saat ini,"tutupnya.

Dipublish Oleh - Diskominfo Kepri