TUTUP

Selamat Datang di Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau || Tanggal : 18-Sep-2019 | Pukul : 01:15:00 , Selamat Malam

×

Logo Jembatan Dompak Kepri Secara Keseluruhan Menjadi Simbol Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau Yang Selalu Ingin Terhubung Dengan Masyarakatnya, Selalu Terbuka dan Selalu Mempersembahkan Yang Terbaik Bagi Siapapun Yang Menemuinya. "757 Disingkat Jadi Ju Ma Ju yang Didefinisikan dengan maju-maju. Kepri Maju".

Cetak

Kepriprov.go.id

Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau
TUTUP

Penulis SN - 16 October 2018
100
Foto Oleh : Diskominfo Kepri
BATAM - Petugas Stasiun Meteorologi Hang Nadim menjelaskan masyarakat dapat membedakan awan yang mengandung petir atau tidak. “Dapat terlihat secara kasat mata,” kata Kasi Datin Stamet Hang Nadim, Suratman, Senin (15/10). Perbedaan awan mengandung petir atau tidak ini, dapat dilihat dari bentuknya. Ia mengatakan awan mengandung petir bentuknya tinggi, besar dan bergulung-gulung. “Kami menyebutnya awan cumulus nimbus. Tidak hanya membawa hujan dan angin kencang. Tapi juga bermuatan petir,” ungkapnya. Apabila masyarakat melihat awan seperti ini, Suratman berharap agar masyarakat segara masuk ke dalam rumah atau gedung. “Saat petir menyambar, jangan bermain ponsel, nge-charge ponsel, atau menghidupkan peralatan elekronik seperti TV,” ucapnya. Selain itu, masyarakat diharapkan tidak berada di lapangan, karena petir akan menyambar objek yang paling tinggi. “Pokoknya saat petir, segera masuk rumah atau bangunan,” ucapnya. Hingga kini, ia mengatakan belum ada yang memprediksi kapan terjadinya. Karena pembentukan awan yang membawa petir, hanya membutuhkan waktu setengah jam saja. “Kalau hujan, satu atau dua hari sebelumnya bisa diprediksi. Kalau petir munculnya tiba-tiba,” tuturnya. Apakah awan kecil dan tipis mengandung petir juga? Suratman mengatakan awan tersebut tidak berpotensi mengandung petir, namun bisa menimbulkan hujan. Apabila awan ini berkumpul dalam jumlah banyak, dapat menimbulkan hujan dengan intensitas rendah dalam waktu lama. “Kadang merasa hujannya awet (gerimis), awan inilah,” katanya. Dipublish Oleh - Diskominfo Kepri