TUTUP

Selamat Datang di Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau || Tanggal : 20-Jun-2019 | Pukul : 09:09:26 , Selamat Pagi !!

×

Logo Jembatan Dompak Kepri Secara Keseluruhan Menjadi Simbol Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau Yang Selalu Ingin Terhubung Dengan Masyarakatnya, Selalu Terbuka dan Selalu Mempersembahkan Yang Terbaik Bagi Siapapun Yang Menemuinya. "757 Disingkat Jadi Ju Ma Ju yang Didefinisikan dengan maju-maju. Kepri Maju".

Cetak

Kepriprov.go.id

Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau
TUTUP

Kaban Kesbangpol Kepri Narasumber Seminar Sinergitas Penanganan Ancaman Non Militer

Penulis sugiarto doso - 22 October 2018
157
Diadakan Kantor Pertahanan Kepri Foto Oleh : Bimo Adietama

TANJUNGPINANG - Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kepuluan Riau didaulat menjadi narasumber pada seminar Sinergitas Penanganan Ancaman Non Militer yang diadakan Kantor Pertahanan Perwakilan Kepri, di aula Wan Sribeni perkantoran Gubernur provinsi Kepri, Dompak Tanjungpinang, Kamis (18/10). Tidak hanya menjadi narasumber Ir Lamidi juga diminta mengisi sambutan pembukaan mewakili Gubernur Provinsi Kepri, Nurdin Basirun yang berhalangan hadir. 

Gubernur Kepulauan Riau yang dalam hal ini diwakili oleh Kaban Kesbangpol Prov.Kepri : Ir.Lamidi yg akrab dipanggil Didik ini  menyampaikan bahwa penyelenggaraan pertahanan negara khususnya upaya menghadapi ancaman non militer diperlukan komitmen dan partisipasi serta tanggungjawab semua komponen bangsa dalam menghadapi ancaman non militer sesuai dgn ketentuan perundang-undangan yg ada.

Pertahanan negara diselenggarkan melalui 3 (tiga) hal yaitu Usaha membangun dan membina kemampuan (deteksi dan cegah dini), Daya tangkal bangsa dan negara, Menanggulangi setiap ancaman.

Selain itu mantan Sekda Bintan ini menjelaskan bahwa keterbatasan anggaran bukan persoalan pokok karena jika kita tunggu anggaran sempurna, mungkin dulu kita tidak merdeka. 

Kegiatan ini sangat penting sekali terutama di Kepri karena giografis kepulauannya yang 96% lautan tentu memiliki permasalahan tersendiri terhadap ancaman non militer, seperti sara, penyeludupan narkoba hingga human trafficking. 

Ancaman non militer ini menurutnya sangat mengganggu sekali dan tentu tidak bisa diatasi oleh TNI dan Polri saja.

Perlu sinergitas semua lini sampai pada keterlibatan masyarakat. Masalah Radikalisme yg kalau dibiarkan akan berkembang menjadi Terorisme menjadi beban Kepri semakin besar apalagi dg masuknya tenaga kerja asing di kepri sehingga bisa menyumbang tingginya angka penggangguran dan semakin menjadi deretan panjang masalah yang harus diselesaikan oleh pemerintah Kepri serta kabupaten/kotanya. 

Selain menyampaikan sambutan Gubernur Kepri beliau menjadi salah satu pemateri tentang Ancaman Non Militer pada kegiatan itu. Hadir pula praktisi akademis Zamzami A.Karim yg sudah malang melintang di dunia pendidikan dan pengamat politik di Kepri. Adapun peserta selain Jajaran Pamen TNI dan polri, hadir juga mahasiswa, pelajar dan masyarakat serta Danrem 033/WP Brigjen TNI Gabriel Lima, ketua komisi I Dprd Kepri abdurahman, Lc, ketua kadin kota Tanjungpinang Bobi Jayanto, kepala Perwakilan Kemenhan Kepri, Brigjen TNI Andarias Pong Bija. 

Sebelumnya Brigjend TNI Andrias Ponpija (Penjabat Kemenhan Kepri ) mengatakan Ancaman militer sesuai prediksi intelijen 5-10 tahun kedepan tidak ada ancaman militer yang akan menginvasi kita, ancaman non militer proxy war, seminar saat ini untuk mendengarkan masukan masukan dari instansi terkait dan mendiskusikannya mengenai ancaman non militer seperti Narkoba,dan lain lain.

Dipublish Oleh - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik