TUTUP

Selamat Datang di Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau || Tanggal : 23-Sep-2019 | Pukul : 08:10:26 , Selamat Pagi !!

×

Logo Jembatan Dompak Kepri Secara Keseluruhan Menjadi Simbol Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau Yang Selalu Ingin Terhubung Dengan Masyarakatnya, Selalu Terbuka dan Selalu Mempersembahkan Yang Terbaik Bagi Siapapun Yang Menemuinya. "757 Disingkat Jadi Ju Ma Ju yang Didefinisikan dengan maju-maju. Kepri Maju".

Cetak

Kepriprov.go.id

Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau
TUTUP

Penulis SN - 22 October 2018
158
Foto Oleh : Diskominfo Kepri
KARIMUN - Mimpi petani nanas Kecamatan Kundur Kabupaten Karimun untuk memasarkan hasil panen mereka ke luar negeri akhirnya terwujud. Sebanyak 5 ton nanas dan pisang asal petani Kundur mulai diekspor ke Singapura, Sabtu (20/10). Ekspor perdana tersebut dilepas Bupati Karimun Aunur Rafiq didampingi Direkturat Jenderal (Dirjen) Hortikultura, Suwandi. "Alhamdulillah, hari ini kita melakukan launching ekspor perdana nanas dan pisang Kundur ke Singapura. Pada tahap awal ini, baru sebanyak 5 ton yang kita ekspor, ke depan kita akan mengekspor sebanyak 20 ton nanas per minggu," ungkap Bupati Karimun Aunur Rafiq di Tanjungberlian, Kecamatan Kundur Utara. Aunur Rafiq memberikan apresiasi kepada Kementan melalui Dirjen Hoortikultura dan Kepala BB Pascapanen yg telah membantu terwujudnya ekspor nanas dan pisang. Kepada Bank Indonesia berharap agar ke depan BI juga membantu petani nanas dalam penyediaan saprodi. Bupati berharap petani mendapat jaminan pasar bagi produknya sehingga tidak ragu lagi menanam nanas. "Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Pak Komar dari PT Alamanda Sejati Utama selaku eksportir nanas dan pisang ke Singapura. Dalam perjalanan ekspor ini, memang sempat terjadi tarik ulur, bahkan melemahkan semangat eksportir. Namun, alhamdulillah hari ini bisa juga kita wujudkan," ujarnya. Dirjen Hortikultura Suwandi menjelaskan, disaat rupiah melemah, ekspor adalah pilihan yang tepat untuk menjaring devisa. Dari secara keseluruhan buah yang dikespor, 85 persen merupakan nanas. Artinya, kualitas nanas di Indonesia termasuk di Kundur, Kabupaten Karimun masih sangat bagus. "Untuk tahap awal ini, kita baru mampu mengekspor nanas mentah, itu merupakan hal biasa. Namun, perlahan-lahan nanti kita akan berupaya mengekspor nanas dalam bentuk hasil pengolahan. Jika yang kita eskpor hasil olahan, maka nilainya akan semakin tinggi," jelas Suwandi. Dirinya berharap, kedepan adanya industri hilir seperti pengolahan buah nanas sehingga ada peningkatan nilai tambah. Untuk mewujudkan hal itu, dia juga meminta dukungan dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ada di Karimun, termasuk juga Bank Indonesia (BI) yang selalu mendukung program pemerintah. Suwandi menjelaskan, ekspor perdana nanas dan pisang yang merupakan hasil produksi dari petani lokal Pulau Kundur ke Singapura bagian dari program Kementan "Lumbung Pangan Berorientasi Ekspor di perbatasan. Sekaligus mewujudkan salah satu nawacita dari Presiden RI, Joko Widodo.   Seperti diketahui, Pulau Kundur adalah salah satu daerah penghasil buah nanas dan pisang di Kepri dengan luas areal pertanaman  hampir mendekati 300 ha, dengan  produktivitas mencapai 20 ton perminggu. Melihat potesinya yang  cukup bagus, nanas dan pisang Kundur memiliki peluang untuk dijadikan komoditas ekspor andalan dari Pulau Kundur. Dipublish Oleh - Diskominfo Kepri