TUTUP

Selamat Datang di Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau || Tanggal : 23-Sep-2019 | Pukul : 07:50:11 , Selamat Pagi !!

×

Logo Jembatan Dompak Kepri Secara Keseluruhan Menjadi Simbol Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau Yang Selalu Ingin Terhubung Dengan Masyarakatnya, Selalu Terbuka dan Selalu Mempersembahkan Yang Terbaik Bagi Siapapun Yang Menemuinya. "757 Disingkat Jadi Ju Ma Ju yang Didefinisikan dengan maju-maju. Kepri Maju".

Cetak

Kepriprov.go.id

Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau
TUTUP

Penulis SN - 22 October 2018
137
Foto Oleh : Diskominfo Kepri
ANAMBAS - Pemerintah Daerah  Kabupaten  Kepulauan Anambas, meraih piagam penghargaan  dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Republik Indonesia (RI), karena opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Piagam penghargaan sendiri diberikan langsung M Nurul Hidayatulloh Kepala Bidang Pembinaan Akutansi dan Laporan Keuangan Kanwil Perbendaharaan Kemenkeu di Provinsi Kepri kepada Wakil Bupati Anambas Wan Zuhendra, di aula Kantor Bupati Anambas, Jumat (19/10). Menurut Nurul, penghargaan diberikan kepada pemerintah kabupaten (Pemkab) Anambas meraih opini WTP dari BPK 2017 yang diberikan tahun 2018.  "Pemerintah daerah telah menyajikan laporan dengan baik dan memperoleh opini tertinggi yakni WTP itu,"ujar Nurul. Nurul berharap WTP dapat dipertahankan pada tahun-tahun berikutnya. Artinya dapat mengelola keuangan dengan baik untuk mensejahterakan masyarakat. Dijelaskan Nurul, apabila pemerintah daerah mendapatkan lima tahun WTP secara berturut-turut maka Bupati akan diberikan penghargaan yang akan diberikan langsung dari Presiden RI. "Selain itu salah satu persyaratan mutlak untuk mendapatkan Dana Insentif Daerah (DID) daerah harus mendapatkan opini WTP dari BPK,"tukasnya. Sementara itu Wakil Bupati Anambas, Wan Zuhendra mengatakan, sebenarnya Anambas telah  mendapatkan dua kali WTP, pada tahun 2016 dan pada tahun 2018 ini. " Berdasarkan audit BPK dari tahun 2015 yang dinilai tahun 2016 itu kita peroleh WTP, kemudian tahun 2016 yang dinilai tahun 2017 kita hanya dapat WDP, dan kita kembali meraih WTP audit tahun 2017 yang nilainya diberikan tahun 2018 kembali meraih WTP,"jelasnya. Wan mengungkapkan, salah satu penyebab gagalnya diraih WTP pada tahun 2017 silam disebabkan oleh aset Natuna yang telah digunakan namun masih belum dicatat.  "Aset ini yang menyebabkannya, karena aset tersebut baik Natuna maupun Anambas tidak mencatatnya,"tutupnya. Dipublish Oleh - Diskominfo Kepri