TUTUP

Selamat Datang di Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau || Tanggal : 20-Sep-2019 | Pukul : 01:08:07 , Selamat Malam

×

Logo Jembatan Dompak Kepri Secara Keseluruhan Menjadi Simbol Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau Yang Selalu Ingin Terhubung Dengan Masyarakatnya, Selalu Terbuka dan Selalu Mempersembahkan Yang Terbaik Bagi Siapapun Yang Menemuinya. "757 Disingkat Jadi Ju Ma Ju yang Didefinisikan dengan maju-maju. Kepri Maju".

Cetak

Kepriprov.go.id

Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau
TUTUP

Penulis SN - 22 October 2018
210
Foto Oleh : Diskominfo Kepri
LINGGA - Pemerintah Kabupaten Lingga berencana untuk mengaktifkan tiga Kecamatan baru, hasil pemekaran Kecamatan Senayang di Kabupaten Lingga yakni Kecamatan Katang Bidare, Bakung Serumpun dan Kecamatan Temiang Pesisir akan segera diaktifkan namun akan menunggu Presiden RI Joko Widodo ke Lingga. Kecamatan ini telah mendapat nomor register dari Direktur Jendral Toponimi dan Batas Daerah Kemendagri. Hal ini dikatakan Wakil Bupati Lingga Muhammad Nizar, Minggu (21/10). ”Insya Allah di bulan Oktober ini, atau minggu setelah selesainya kehadiran Pak Presiden ke Lingga, kami akan aktifkan kecamatan itu,” kata Nizar, Kamis lalu (18/10). Ia menjelaskan wilayah Kecamatan Senayang yang terdiri dari pulau-pulau kecil dan besar itu memang sudah seharusnya dimekarkan. Saat ini, di Kecamatan Senayang sendiri terdiri lebih kurang 18 desa dengan jumlah kepadatan penduduknya hampir mencapai 20 ribu jiwa dengan penyebaran dari pulau ke pulau. ”Rentang kendali menjadi salah satu solusi ditambahnya Kecamatan ini,” ucapnya. Menurutnya, wilayah Senayang dari dulu hingga sekarang merupakan wajah Kabupaten Lingga yang dilewati tamu-tamu daerah dari Batam dan Tanjungpinang. Dengan demikian, pastinya wilayah Senayang yang menjadi gerbang masuk tersebut harus dipoles sedemikian rupa. ”Harapan besar kami dengan penambahan tiga kecamatan baru ini, dapat merubah wajah itu menjadi lebih cantik. Ke depan, tentunya para camat dan stafnya dapat menjalankan tugas yang dengan RPJMD dan disejalankan dengan RTRW yang sedang diselesaikan,” imbuhnya. Beberapa waktu lalu, Bupati Lingga Alias Wello juga menyebutkan bahwa masyarakat desa yang masuk ke wilayah Kecamatan Katang Bidare segera memutuskan lokasi ibukota Kecamatan. Sehingga, pemekaran dapat segera disahkan Perda oleh DPRD Lingga. ”Terkait pemekaran daerah, dimana pun itu selalu berujung konflik. Polemik yang kerap terjadi yakni persoalan tata letak ibukota. Namun, hal ini tentu tidak menjadi pemicu perselisihan antar warga desa. Pemekaran adalah upaya untuk meningkatkan kesejahteraan, masyarakat melalui kedekatan rentang kendali birokrasi pemerintahan,” ujar Alias Wello. Dipublish Oleh - Diskominfo Kepri