TUTUP

Selamat Datang di Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau || Tanggal : 25-Jun-2019 | Pukul : 15:21:25 , Selamat Sore !!

×

Logo Jembatan Dompak Kepri Secara Keseluruhan Menjadi Simbol Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau Yang Selalu Ingin Terhubung Dengan Masyarakatnya, Selalu Terbuka dan Selalu Mempersembahkan Yang Terbaik Bagi Siapapun Yang Menemuinya. "757 Disingkat Jadi Ju Ma Ju yang Didefinisikan dengan maju-maju. Kepri Maju".

Cetak

Kepriprov.go.id

Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau
TUTUP

Gubernur Kepri Apresiasi DBR Tanjungpinang Berjalan Sukses

Penulis asiik1 - 23 October 2018
116
Peserta Tanjungpinang International DBR 2018 di Sungai Carang, Minggu (21/10/2018). Foto Oleh : Asiik3

TANJUNGPINANG - Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun memberi apresiasi kepada Pemkot Tanjungpinang yang berhasil menyelenggarakan Dragon Boat Race (DBR) 2018 berskala internasional.

"Dragon Boat Tanjungpinang merupakan salah satu andalan kegiatan kepariwisataan di Kepri. Banyak wisatawan yang menyaksikannya setiap tahun," katanya di Tanjungpinang, Senin.

Gubernur mendukung DBR diselenggarakan setiap tahun terutama untuk meningkatkan kunjungan wisman ke Kepri, khususnya Tanjungpinang. Kegiatan kepariwisataan bernuansa budaya itu perlu dilestarikan sehingga tidak ditelan waktu.

"Dragon Boat itu menarik karena ada perpaduan olahraga, keindahan kapal, budaya," ucapnya.

Sebelumnya, Wali Kota Tanjungpinang Syahrul menyatakan DBR 2018 mempererat hubungan masyararat dengan negara tetangga dan negara sahabat.

"DBR tidak hanya sekadar kompetisi dan kegiatan pariwisata, melainkan meningkatkan hubungan antara masyarakat Tanjungpinang dengan Malaysia dan Singapura yang memang sudah terjalin sejak dahulu," kata Syahrul di Tanjungpinang, Senin.

Selain dua negara yang berbatasan dengan Kepri, negara sahabat, Brunei Darusalam juga mengirimkan timnya untuk menambah memeriahkan DBR 2018 di Sungai Carang, Kawasan Kotarebah, dan Kotapiring 19-21 Oktober 2018.

Hubungan masyarakat Kepri, khususnya Tanjungpinang dengan Malaysia dan Singapura bukan hanya terkait perekonomian, dan budaya, melainkan sampai perkawinan. Cukup banyak warga Singapura dan Malaysia yang menikah dengan warga Tanjungpinang sampai sekarang.

"Kami berharap hubungan ini terus ditingkatkan dan saling mengutungkan," ucapnya.

Syahrul mengatakan DBR merupakan kegiatan kepariwisataan yang diselenggarakan setiap tahun. Tahun ini diikuti sebanyak 45 tim, yang terdiri dari 11 tim dari Brunei Darussalam, Malaysia dan Singapura. Sebanyak 34 tim berasal dari Kepri, Jambi, DKI Jakarta, dan Riau.

Jumlah tim yang bertanding tahun ini meningkat jika dibandingkan tahun 2017 lalu yang hanya mencapai 38 tim.

Dipublish Oleh - Diskominfo Kepri