TUTUP

Selamat Datang di Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau || Tanggal : 24-Aug-2019 | Pukul : 04:55:21 , Selamat Malam

×

Logo Jembatan Dompak Kepri Secara Keseluruhan Menjadi Simbol Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau Yang Selalu Ingin Terhubung Dengan Masyarakatnya, Selalu Terbuka dan Selalu Mempersembahkan Yang Terbaik Bagi Siapapun Yang Menemuinya. "757 Disingkat Jadi Ju Ma Ju yang Didefinisikan dengan maju-maju. Kepri Maju".

Cetak

Kepriprov.go.id

Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau
TUTUP

Cegah Masuknya Teroris Ke Kepri - BNPT Kepri Latih Lurah dan Kades Dilatih Menangkal Terorisme

Penulis Asiik2 - 24 October 2018
100
Ilustrasi Foto Oleh : Diskominfo Kepri

TANJUNGPINANG - Untuk mencegah masuknya tindak pidana terorisme di Provinsi Kepri, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Provinsi Kepri menggelar pelatihan bagi lurah dan kades serta seluruh babinkamtibmas dan Babinsa di Kabupaten Bintan , Rabu (24/10).

Yang mana, pelatihan ini dilaksanakan secara rutin melakukan pelatihan cegah tangkal teroris di Kepulauan Riau.

Hal ini disampaikan Kepala BNPT Provinsi Kepri Reni Yusneli di Tanjungpinang.

"Tujuannya untuk mencegah kemungkinan ada munculnya kelompok radikal yang berujung pada aksi-aksi terorisme," ungkap Reni.

Selain itu,lanjut Reni jika terlambat mencegahnya bisa menjadi potensi yang bisa menimbulkan keresahan dan ketidaknyamanan di tengah masyarakat. 

"Munculnya aksi-aksi tersebut juga dapat menimbulkan dan sekaligus menyebarkan fitnah bagi suatu kelompok," tegas Reni lagi.

Dikatakan Reni, pelatihan seperti ini juga diharapkan dapat mencegah 
berkembangannya paham radikal terorisme merupakan suatu keniscayaan untuk dilakukan, dengan mengandalkan kekuatan-kekuatan yang ada di masyarakat. 

Dengan demikian, tanggung jawab pencegahan terhadap aksi kelompok radikal terorisme tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, melainkan seluruh komponen bangsa.

" Dipilihnya pejabat desa dan kelurahan serta Kamtibmas serta Babinsa dikarenakan mereka adalah aparatur pemerintah yang berhubungan langsung dengan masyarakat," jelas Reni yang juga Ketua FKPT Kepri.

Dijelaskan Reni, BNPT merupakan lembaga pemerintah non kementerian yang diamanatkan menangani terorisme. Sementara FKPT adalah unit kerja yang dibentuk dan dilantik oleh BNPT untuk membantu menjalankan program kerja BNPT di daerah-daerah.

Sementara itu, ketua panitia kegiatan Irwan Panggabean, ST, MH menyebutkan, pendekatan lunak dalam berbagai bentuk, seperti melalui seni budaya, adalah metode yang efektif dalam mencegah munculnya radikalisme.

"Ini upaya meningkatkan daya tangkal masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menolak ajaran dan ajakan kekerasan yang diinisiasi kelompok radikal terorisme," kata Irwan yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Ekonomi, Sosial Budaya dan hukum FKPT Kepri, kemarin.

Menurut Irwan, acara ini merupakan penguatan aparatur Kelurahan dan Desa dalam pencegahan terorisme melalui FKPT Kepulauan Riau. 

Selain itu upaya ini juga untuk memberikan pemahaman terhadap mekanisme pencegahan terorisme di daerah. 

"Caranya dengan mengarusutamakan nilai-nilai kebangsaan, penguatan kewaspadaan dan peningkatan daya tangkal masyarakat menolak ajaran dan ajakan kekerasan,"ungkap Irwan kembali.

Selain BNPT Kepri, pelatihan ini juga digagas Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kepri ini akan diikuti oleh 100 pejabat kecamatan, kelurahan dan desa. Dan dijadwalkanakan dibuka oleh Gubenur Kepri Nurdin Basirun.
 
Dalam acara ini juga akan dihadiri oleh Danrem 033/WB serta Brigjen Gabriel Lema serta dihadiri oleh narasumber Direktur Pencegahan BNPT Brigjen Pol. Ir Hamli, M.E.Wakil Gubernur Kepri H Isdianto,Wakapolda Kepri Brigjen Yan Fitri, Direktur Pencegahan BNPT Brigjen Pol. Ir Hamli, M.E serta dari LIPI Dra Sri Yanuarti.

Dipublish Oleh - Diskominfo Kepri