TUTUP

Selamat Datang di Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau || Tanggal : 15-Jun-2019 | Pukul : 04:37:36 , Selamat Malam

×

Logo Jembatan Dompak Kepri Secara Keseluruhan Menjadi Simbol Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau Yang Selalu Ingin Terhubung Dengan Masyarakatnya, Selalu Terbuka dan Selalu Mempersembahkan Yang Terbaik Bagi Siapapun Yang Menemuinya. "757 Disingkat Jadi Ju Ma Ju yang Didefinisikan dengan maju-maju. Kepri Maju".

Cetak

Kepriprov.go.id

Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau
TUTUP

BPOM Kepri Amankan Kosmetik Ilegal Online

Penulis SN - 25 October 2018
145
Ilustrasi Foto Oleh : Diskominfo Kepri

BATAM - Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kepri mengamankan 72 item kosmetik ilegal, satu item obat tradisional, dan obat yang tidak memiliki izin edar, Senin (22/10) lalu. Dari pemeriksaan sementara oleh BPOM, penjual kosmetik, obat tradisional, dan obat tersebut diketahui sudah beroperasi sejak 2015. ”Penjualannya secara online. Nilai ekonomis puluhan barang ilegal yang kita amankan ini sebesar Rp 1,4 miliar,” kata Kepala BPOM Kepri, Yosef Dwi Irwan, Rabu (24/10).

Seperti dilansir Batam Pos, Yosef menyebutkan 72 item kosmetik tersebut terdiri 27 ribu pieces, satu item obat tradisional terdiri dari 56 pieces, sedangkan obat biasa 1 itemnya terdiri dari sembilan buah. Ia menuturkan penemuan kosmetik, obat tradisional, dan obat ilegal tersebut, hasil penelusuran oleh BPOM Kepri. Dari info yang didapat BPOM, kosmetik ilegal ini dijual pelaku secara online ke seluruh Indonesia. ”Ia (penjual, red) berdomisili di Batam,” sebutnya.

Yosef mengatakan untuk jenis komestik yang paling banyak dipesan, yakni Aloe Vera dan Bio Aqua. Selain itu, kosmetik yang diamankan BPOM Kepri lainnya seperti Latoja, Kissproof, 88 Natural Glow, Hera, dan Eyebrow. Dia berharap masyarakat mengerti dan memahami betapa berbahayanya membeli kosmetik maupun obat yang tidak memiliki izin edar. Karena materi yang terkandung di dalam kosmetik dan obat belum terjamin mutu dan manfaatnya. ”Jangan beli barang-barang yang tidak memiliki izin edar,” katanya mengingatkan.

Dipublish Oleh - Diskominfo Kepri