TUTUP

Selamat Datang di Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau || Tanggal : 22-May-2019 | Pukul : 03:39:48 , Selamat Malam

×

Logo Jembatan Dompak Kepri Secara Keseluruhan Menjadi Simbol Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau Yang Selalu Ingin Terhubung Dengan Masyarakatnya, Selalu Terbuka dan Selalu Mempersembahkan Yang Terbaik Bagi Siapapun Yang Menemuinya. "757 Disingkat Jadi Ju Ma Ju yang Didefinisikan dengan maju-maju. Kepri Maju".

Cetak

Kepriprov.go.id

Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau
TUTUP

Musim Panen Jagung Natuna Segera Tiba

Penulis SN - 26 October 2018
130
Ilustrasi Foto Oleh : Diskominfo Kepri

NATUNA - Sejumlah petani jagung di Natuna terlihat sumringah lantaran tanaman jagung mereka sudah berbuah. Mereka menanam jagung di ladang dan di sawah. Dilansir Haluan Kepri, tanaman paliwija ini menjadi salah satu alternatif bagi mereka dalam upaya memanfaatkan lahan dan usaha pertanian. Jagung di Natuna laku dijual dan bisa tumbuh cukup subur dan menghasilkan. "Alhamdulillah, paling setengah bulan lagi kami bisa panen. Mudah-mudahan jagungnnya lulus sampe bisa dijual," kata Aceng, Petani Jagung Bunguran Tengah di Kantor Pajak Ranai, Kamis (25/10).

Baginya, bertanam jagung bisa mendatangkan untung secara ekonomis. Begitu juga dalam upaya mempertahankan kesuburan tanah. Biasanya tanaman lain seperti padi dan sayur - mayur tumbuh lebih subur jika ditanam setelah menanam palawija seperti jagung.

Hasil panen jagungnya biasa dijual ke pasar Ranai secara gelondongan, meskipun ada juga yang dijual eceran kepada pembeli yang datang langsung ke sawahnya. "Sekarang aja sudah ada orang yang mesen Rp100 ribu walaupun kami belum panen, jagung ini laris sekali. Untungnya di situ dan jagung ini juga sebagai tanaman selingan agar tanah tidak cepat rusak," jelasnya.

Namun begitu, ia mengaku belum bisa mengembangkan produksi jagung secara maksimal karena terkendala tingkat kesuburan tanah yang masih rendah dan ketersediaan pupuk serta harganya yang mahal. "Kadang hama hewan liar seperti babi dan monyet juga suka mengganggu. Makanya kami selalui sibuk berjaga di sawah. Babinya ganas-ganas," ungkap Aceng.

Ia berharap ke depan ada solusi terhadap kendala-kendala yang dihadapinya untuk mengembangkan produksi pertanian dalam daerah, sehingga keperluan pangan masyarakat bisa terpenuhi tanpa perlu mendatangkannya dari luar daerah. "Mudah-mudahan lah ada bantuan pagar dan pupuk dari pemerintah agar hasil pertanian bisa ditingkatkan," harap Aceng.

Dipublish Oleh - Diskominfo Kepri