TUTUP

Selamat Datang di Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau || Tanggal : 14-Jul-2020 | Pukul : 13:39:00 , Selamat Siang !!

×

Logo Jembatan Dompak Kepri Secara Keseluruhan Menjadi Simbol Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau Yang Selalu Ingin Terhubung Dengan Masyarakatnya, Selalu Terbuka dan Selalu Mempersembahkan Yang Terbaik Bagi Siapapun Yang Menemuinya. "757 Disingkat Jadi Ju Ma Ju yang Didefinisikan dengan maju-maju. Kepri Maju".

Cetak

Kepriprov.go.id

Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau
TUTUP

Penulis Cici - 31 October 2018
401
Foto Oleh : Diskominfo Kepri
TANJUNGPINANG - Pemprov Kepri bersama enam kabupaten dan kota di Kepri, masuk dalam nominasi Anugerah Prahita Ekapraya (APE) Tahun 2018. Saat ini sedang dalam proses verifikasi data oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. “Saat ini sedang dalam proses verifikasi oleh Kementerian PP dan PA bersama verifikator independen. Proses verifikasi ini setelah kita mengirimkan data-data pendukung saat pendaftaran. Yang masuk nominasi akan diverifikasi, benar tidak data yang kita isi,” ujar Dra. Rozaleni, MT, Sekretaris Di Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana Pemerintah Provinsi (P3AP2KB) Kepulauan Riau, Rabu (31/10). Kabupaten dan kota yang masuk nominasi adalah Kabupaten Bintan, Lingga, Karimun, Natuna, Kota Tanjungpinang dan Kota Batam serta Provinsi Kepri.” Anambas belum masuk nominasi. Tapi yang masuk nominasi ini belum tentu akan dapat penghargaan. Tergantung hasil verifikasi,” tambah Rozaleni. Ada empat kategori APE yang diperlombakan. Yaitu pratama, madya, utama dan mentor. Provinsi Kepri telah dua kali meraih APE kategori mentor, pada 2014 dan 2016. Tahun 2018 ini Pemprov Kepri berharap dapat meraih APE kategori mentor untuk yang ketiga kalinya. Untuk mempertahankan APE kategori mentor, Pemprov Kepri terus meningkatkan inovasi dalam pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. “Kita sekarang sudah ada tempat penitipan anak (TPA). Puspaga (Pusat Pembelajaran Keluarga) juga sudah berjalan,” sebut Rozaleni. Disamping itu Kepri telah memiliki Telepon Sahabat Anak (Tesa) di nomor 129, tempat anak mencurahkan isi hati melalui telpon (curhat). Juga ada klinik tumbuh kembang anak, rumah perlindungan bagi korban kekerasan pada perempuan dan anak. Serta aplikasi Cek Dare. Kemungkinan Tim Verifikasi akan mengunjungi beberapa tempat tersebut. “Nanti tim verifikasi akan mengecek langsung ke lapangan. Benar tidak data yang disampaikan. Kemungkinan akan ke sekitar Tanjungpinang atau Bintan,” sebut Rozaleni. Proses verifikasi tersebut dilaksanakan selama tiga hari. Mulai Senin (29/10) hingga Kamis (1/11). Dipublish Oleh - Diskominfo Kepri