Selamat Datang di Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau || Tanggal : 15-Nov-2018 | Pukul : 04:25:57 , Selamat Malam

×

Logo Jembatan Dompak Kepri Secara Keseluruhan Menjadi Simbol Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau Yang Selalu Ingin Terhubung Dengan Masyarakatnya, Selalu Terbuka dan Selalu Mempersembahkan Yang Terbaik Bagi Siapapun Yang Menemuinya. "757 Disingkat Jadi Ju Ma Ju yang Didefinisikan dengan maju-maju. Kepri Maju".

TUTUP
Cetak

Kepriprov.go.id

Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau

Kaban Kesbangpol Kepri Monitor Kondisi Pengungsi di Bintan

Penulis sugiarto doso - 06 November 2018

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kepri Ir. lamidi, MM bersama jajaran melakukan monitor dan pemantauan terhadap kondisi pengungsi  di Hotel Badra Resort Bintan, Kamis (1/11/2018). Foto Oleh : Sugiarto Doso

TANJUNGPINANG - Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kepri Ir. lamidi, MM bersama jajaran melakukan monitor dan pemantauan terhadap kondisi pengungsi  di Hotel Badra Resort Bintan, Kamis (1/11/2018).

Turut mendampingi kunjungan tersebut,Elman Krisos Kabid Poldagri Provinsi Kepri, Andry Juniardy Jamin Ali Kasubbid Wasdin, Butet Virgo Siregar Kasubbid Ketahanan SDA,  Nurman Edi plt Kasubbid Kelembagaan Parpol, beberapa staff Zulkarnain/Tom, Reza Revi dan Fitson Rumolo, perwakilan International Organization Migration (IOM) Tanjungpinang dan Kesbangpol Kab.Bintan.

Dalam pertemuan tersebut dilakukan perbincangan dan diskusi terkait keberadaan dan aktifitas para pengungsi serta peran IOM, sebagaimana ditanyakan Elman Krisos  Terkait SOP imigran di hotel Badra serta bantuan yg diberikan oleh IOM? Di Kepri total imigran 1233 orang dan berapa lama keberadaan imigran di sini. Hal senada ditanyakan  Ir.Lamidi,MM Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Kepri terkait Permasalahan pengawasan dan pengamanan pengungsi akan kita bahas tingkat provinsi dengan melibatkan semua pihak.

Dikatakan Lamidi, kami perlukan data dan informasi menjelang pertemuan tersebut. Kita juga mempermasalahkan kelanjutan pengawasan imigran ini kedepan bagaimana pendanaan dan sebagainya. Karena kita ketahui bahwa kemampuan daerah yang terbatas, point berikutnya  kami tidak keberatan keberadaan dan kami menyambut baik imigran di kepulauan Riau.

Point lainya dari diskusi tersebut agar dapat melaksanakan ibadah dengan sebaik-baiknya, dan dapat menyesuaikan kultur setempat. Bagi para Imam dan Ustadz dapat mengajak teman-teman untuk hal yang baik dan selalu berdoa untuk kita dan kampung halamannya, pihaknya juga menghimbau kepada para pengungsi agar menahan diri sehingga tidak terjadi dan terulang lagi permasalahan yg lalu. Pesan lainya bersama kita menjaga ketentraman dan ketertiban di kepulauan Riau agar tidak menyebar atau mempengaruhi paham dan ideologi di kepulauan Riau.

 Lamidi ingin mengetahui keluhan para imigran agar dapat menyampaikan keluhan terhadap IOM jika ada, masukan lainya bagaimana jika IOM untuk mengkaji kembali penempatan penampungan dengan kondisi biaya hidup yg lebih rendah dari Bintan. Agar IOM dapat meningkatkan bantuan bagi imigran supaya mereka merasa di manusia kan disini. Karena biaya hidup di Kepri mahal, bagaimana memberdayakan mereka agar bisa bertani atau nelayan sehingga mereka dapat menambah pendapatan.

Pertanyaan dan masukan tersebut dalam diskusinya disampaikan, Ayu dari IOM, diterangkanya IOM adalah organisasi dibawah naungan PBB ada 20 kantor di Indonesia.  IOM mendukung Negara Indonesia sejak 1979. Program IOM tidak hanya terfokus imigran namun bencana dan counter trafficking.

Khusus Tanjungpinang kita menangani pengungsi jumlah 511 dan kolekta 200 org dari Negara Somalia, Afgan, Palestina total dibawah TPI dan Batam +/- 900 org. Sebagian besar di Badra resort pengungsi dari Afganistan, di sini kita buat sistem seperti RT untuk memudahkan komunikasi terdiri 9 RT setiap negara.

 Fasilitas IOM untuk memenuhi kebutuhan dasar dalam bentuk uang/ bulanan dan tempat penampungan. Untuk penampungan melalui proses yang panjang dan izin sampai dengan kementerian.  Untuk permasalahan transportasi telah dapat diatasi masing-masing pengungsi dengan memiliki kontak transportasi lokal. Bantuan uang Pengungsi diberikan setiap tanggal 16 bulan berikutnya. Dan kita ajarkan cara pengelolaan uang sebesar Rp. 1.250.000 dan pengelolaan uang digunakan secara bersama/kelompok.

Adanya pengungsi menciptakan kegiatan ekonomi masyarakat di sekitar Hotel Badra, tidak ada batas waktu penampungan pengungsi di sini. Kita juga lakukan kegiatan yang bermanfaat agar imigran tidak bosan dan untuk kesehatan telah disiapkan termasuk untuk emergency, ungkap Ayu.

Dalam pertemuan tersebut juga ada suara yang disampaikan pengungsi seperti dikatakan Azubet Sudan, menurutnya, terimakasih telah datang melihat kami para pengungsi. Ada masukan dari pengungsi lainya agar dapat didatangkan ulama pada hari Jumat utk khotbah.

Kesimpulan dari pertemuan tersebut, agar kegiatan pertanian apakah dapat di bantu kembali. Ketua kelompok agar dapat membimbing rekan-rekan nya agar dapat menghargai budaya dan kebiasaan di Bintan agar dapat dihargai dan memanusiakan diri sendiri adalah diri kita sendiri, biasa kan sikap hormat menghormati dengan sesama dan masyarakat sekitar. Untuk kesehatan agar IOM membicarakan kembali dengan Sekda Bintan, mengenai ulama akan dibicarakan dengan Departemen Agama.

©