TUTUP

Selamat Datang di Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau || Tanggal : 03-Apr-2020 | Pukul : 10:44:30 , Selamat Pagi !!

×

Logo Jembatan Dompak Kepri Secara Keseluruhan Menjadi Simbol Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau Yang Selalu Ingin Terhubung Dengan Masyarakatnya, Selalu Terbuka dan Selalu Mempersembahkan Yang Terbaik Bagi Siapapun Yang Menemuinya. "757 Disingkat Jadi Ju Ma Ju yang Didefinisikan dengan maju-maju. Kepri Maju".

Cetak

Kepriprov.go.id

Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau
TUTUP

Penulis asiik1 - 12 November 2018
156
Foto Oleh : Diskominfo Kepri
TANJUNGPINANG - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau mencatat angka pernikahan dini tahun 2017 mencapai 37 kasus. Kepala Dinas Pemberdayaan, Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kepulauan Riau, Misni, di Tanjungpinang, Jumat, mengatakan, kasus pernikahan dini tahun 2017 terdiri dari Bintan 4 kasus (3 pria dan seorang wanita), Kota Tanjungpinang 12 kasus (11 pria dan 1 wanita), Kota Batam satu kasus (seorang pria), Karimun 10 kasus (7 pria dan 3 wanita), Kabupaten Natuna 6 kasus (6 wanita), Kabupaten Kepulauan Anambas 4 kasus (satu pria dan 3 wanita). "Didominasi pria. Usia pasangan pernikahan dini rata-rata masih di bawah 19 tahun," katanya. Misni mengemukakan data pernikahan dini Pemprov Kepri bersumber dari pengajuan pernikahan di kantor Pengadilan Agama Tanjungpinang. Sementara berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, dan Badan Pusat Statistik pada 2016, tercatat sebanyak 94,73 persen perempuan usia 20 - 24 tahun berstatus pernah kawin yang melakukan perkawinan, sementara yang masih bersekolah hanya sebesar 4,38 persen. "Baru-baru ini kami menggelar kampanye untuk menghentikan perkawinan pada usia dini," katanya.  Dipublish Oleh - Diskominfo Kepri