TUTUP

Selamat Datang di Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau || Tanggal : 03-Apr-2020 | Pukul : 11:04:13 , Selamat Siang !!

×

Logo Jembatan Dompak Kepri Secara Keseluruhan Menjadi Simbol Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau Yang Selalu Ingin Terhubung Dengan Masyarakatnya, Selalu Terbuka dan Selalu Mempersembahkan Yang Terbaik Bagi Siapapun Yang Menemuinya. "757 Disingkat Jadi Ju Ma Ju yang Didefinisikan dengan maju-maju. Kepri Maju".

Cetak

Kepriprov.go.id

Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau
TUTUP

Penulis SN - 12 November 2018
104
Foto Oleh : Diskominfo Kepri
BINTAN - Dari 1.940 pelamar CPNS yang mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) berbasis Computer Assisted Test (CAT) di Kantor Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD), hanya 61 pelamar yang dinyatakan lulus dengan nilai diatas passing grade yang telah ditetapkan. Dengan demikian masih terdapat 189 kuota CPNS yang belum terisi. Sementara kuota CPNS Bintan yang dialokasi dari Kemenpan-RB sebanyak 250 lowongan, terdiri dari 150 formasi tenaga guru, 70 formasi tenaga kesehatan serta 30 formasi teknis khusus. Dilansir Haluan Kepri, Kabid Mutasi Kepegawaian BKPPD Bintan Ami Rofian menyebutkan hanya 61 pelamar yang lulus ujian CAT yang digelar sejak 2 - 10 November kemarin, selebihnya 1.879 pelamar tak lulus. "Sampai hari terakhir ujian CAT hanya 61 peserta yang dinyatakan lulus passing grade," sebut Ami, Sabtu (10/11). Di tempat terpisah, Bupati Bintan Apri Sujadi dikonfirmasi mengenai minimnya pelamar CPNS yang lulus CAT mengharapkan, agar pemerintah pusat dapat serius dan sesegera mungkin membuat regulasi kebijakan terkait hasil seleksi CPNS untuk mengisi formasi yang telah disediakan. Pasalnya, dari 1.940 pelamar, sebanyak 1.879 pelamar atau 96,9 persen pelamar tak lulus ujian CAT. Dikatakannya, fenomena seperti ini tidak hanya terjadi di Bintan, bahkan merata diseluruh daerah se-Indonesia. "Dengan rendahnya persentase kelulusan passing grade maka kemungkinan beberapa formasi yang sudah disediakan untuk Kabupaten Bintan terancam tidak terisi. Nah ini yang menjadi kekhawatiran kita," keluhnya. Ia pun berkata, supaya pemerintah pusat mampu mengevaluasi sistem yang ada. Hal tersebut dikarenakan sudah lebih dari empat tahun di daerah tidak ada penerimaan CPNS sementara setiap tahunnya banyak ASN yang pensiun. Dipublish Oleh - Diskominfo Kepri