TUTUP

Selamat Datang di Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau || Tanggal : 08-Apr-2020 | Pukul : 12:56:45 , Selamat Siang !!

×

Logo Jembatan Dompak Kepri Secara Keseluruhan Menjadi Simbol Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau Yang Selalu Ingin Terhubung Dengan Masyarakatnya, Selalu Terbuka dan Selalu Mempersembahkan Yang Terbaik Bagi Siapapun Yang Menemuinya. "757 Disingkat Jadi Ju Ma Ju yang Didefinisikan dengan maju-maju. Kepri Maju".

Cetak

Kepriprov.go.id

Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau
TUTUP

Penulis Asiik2 - 14 November 2018
144
Foto Oleh : Diskominfo Kepri
TANJUNGPINANG - Gubernur Provinsi Kepri H Nurdin Basirun mendorong dan mengharapkan peran serta seluruh tokoh masyarakat dan agama dalam mensosialisasikan pelaksanaan imunisasi Measles dan Rubella MR di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepri. Pasalnya, hingga saat ini pencapaian cakupan imunisasi MR di lingkungan Pemprov Kepri masih jauh dari harapan dan yang ditargetkan Nasional sebesar 95 persen. Hal ini disampaikan Gubernur Kepri H Nurdin Basirun di Tanjungpinang, Senin (12/11). "Berdasarkan laporan yang saya terima, cakupan imunisasi MR di Kepri masih jauh dari harapan, masih banyak anak yang belum melakukan suntik MR dengan berbagai alasan," ungkap Gubernur. Padahal, Pemerintah daerah maupun pemerintah pusat telah mengeluarkan fatwa yang memperbolehkan pelaksanaan imunisasi MR tersebut. "Ini demi kepentingan generasi milenial Kepri, jangan sampai ketidak imunisasian ini membawa dampak buruk bagi seluruh masyarakat Kepri," tegas Gubernur. Untuk itu, Gubernur meminta seluruh pihak baik itu tokoh masyarakat, agama maupun peran tenaga pendidikan untuk dapat bersama-sama mendukung pelaksanaan imunisasi MR di Provinsi Kepri ini. "Sehingga semua anak di Kepri terbebas dari tertularnya virus rubella yang mengancam generasi muda Kepri," jelas Gubernur. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri Tjetjep Yudayana mengatakan bahwa hingga saat ini cakupan pelaksanaan imunisasi MR di Provinsi Kepri baru mencapai 50 persen. Tak hanya itu,lanjut Tjetjep terdapatnya 114 kasus Rubella di Provinsi Kepri pun membuktikan bahwa penyebaran virus rubella ini ada di tengah-tengah masyarakat. "Untuk itulah, kita terus dorong, jangan sampai kasus rubella yang ada ini menulari wanita hamil lainnya dan meningkatkan jumlah kasus penderita rubella ini," tegas Tjetjep. Untuk itulah, lanjut Tjetjep, harapan tercapainya target pelaksanaan imunisasi MR di Kepri menjadi solusi satu-satunya untuk membebaskan generasi muda Kepri dari penularan virus rubella.(Asikk2) Dipublish Oleh - Diskominfo Kepri