TUTUP

Selamat Datang di Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau || Tanggal : 07-Apr-2020 | Pukul : 03:11:00 , Selamat Malam

×

Logo Jembatan Dompak Kepri Secara Keseluruhan Menjadi Simbol Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau Yang Selalu Ingin Terhubung Dengan Masyarakatnya, Selalu Terbuka dan Selalu Mempersembahkan Yang Terbaik Bagi Siapapun Yang Menemuinya. "757 Disingkat Jadi Ju Ma Ju yang Didefinisikan dengan maju-maju. Kepri Maju".

Cetak

Kepriprov.go.id

Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau
TUTUP

Penulis SN - 19 November 2018
146
Foto Oleh : Diskominfo Kepri
NATUNA - Kelangkaan sembako yang kerap menghantui masyarakat Natuna setiap musim utara telah diantisipasi oleh Dinas perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Natuna. Petugas dari dinas ini turun langsung ke lapangan memantau ketersediaan stok dan harga sembako di pasaran. Dilansir Haluan Kepri, Kasi Perdagangan Disperindagkop UKM Kabupaten Natuna Maksum, di sela- sela kegiatan mengungkapkan dari hasil pantauannya di lapangan sejauh ini bahwa ketersediaan sembako terutama beras dan gula masih mencukupi. Keteraediaan ini diperkirakaan bisa bertahan hingga akhir tahun 2018. “Dari hasil pantauan kami ke sejumlah toko, ketersediaan stok sembako di Natuna masih sangat mencukupi. Bulog juga telah membantu penyediaan beras, gula dan minyak goreng. Jadi tidak perlu khawatir,” jelas Maksum di Ranai, Kamis (15/11). Untuk harga sembako sendiri tambah Maksum, hingga saat ini masih dalam kondisi stabil karena ketersediaan stok yang mencukupi dan permintaan pasar yang masih cenderung normal. Ketersediaan beras dan gula di pasaran kabupaten Natuna juga didukung suplai dari Bulog Ranai melalui 2 gudangnya di Kecamatan Bunguran Timur dan Bunguran Barat, yang dilepas kepasaran melalui agen penyalur. Selain memantau ketersediaan stok sembako, Tim Disperindagkopukm juga memantau tanggal kadaluarsa dari produk yang dijual di setiap took. “Semua jenis dan komponen pangan kami pantau termasuk durasi kadaluarsanya. Dan sejauh ini  belum ada kami temukan bahan pangan yang sudah masuk ambang batas kadaluarsa. Masih amanlah,” tutupnya. Dipublish Oleh - Diskominfo Kepri