TUTUP

Selamat Datang di Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau || Tanggal : 24-Aug-2019 | Pukul : 06:12:12 , Selamat Pagi !!

×

Logo Jembatan Dompak Kepri Secara Keseluruhan Menjadi Simbol Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau Yang Selalu Ingin Terhubung Dengan Masyarakatnya, Selalu Terbuka dan Selalu Mempersembahkan Yang Terbaik Bagi Siapapun Yang Menemuinya. "757 Disingkat Jadi Ju Ma Ju yang Didefinisikan dengan maju-maju. Kepri Maju".

Cetak

Kepriprov.go.id

Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau
TUTUP

Disdik: 63 Persen SMKN Selenggarakan UNBK

Penulis asiik1 - 02 April 2018
482
Sebanyak 63 persen dari 89 Sekolah Menengah Kejuruan Negeri di Provinsi Kepulauan Riau selenggarakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Foto Oleh : Asrido (Ilustrator)

TANJUNGPINANG - Sebanyak 63 persen dari 89 Sekolah Menengah Kejuruan Negeri di Provinsi Kepulauan Riau selenggarakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

"Ke depan kami tingkatkan lagi," kata Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kepri, Atmadinata, di Tanjungpinang, Senin.

Ia mengatakan, seluruh SMKN di Tanjungpinang sudah melaksanakan UNBK, sedangkan di Kepulauan Anambas baru satu SMKN yang melaksanakan UNBK. Sementara di Natuna baru dua SMKN, dan Karimun empat sekolah.

"Jumlah SMKN terbanyak menyebar di Batam. Dari tujuh kabupaten dan kota di Kepri, baru di Tanjungpinang seluruh SMKN yang melaksanakan UNBK, sedangkan yang lainnya belum menyeluruh karena berbagai keterbatasan," katanya.

Ia mengemukakan, jumlah peserta UN di Kepri sebanyak 8.994 orang. UN dilaksanakan mulai hari ini selama empat hari.

Mata pelajaran yang diujiankan hari ini yakni Bahasa Indonesia, sementara besok dan lusa, matematika dan bahasa inggris.

"Kamis ujian berhubungan dengan jurusan  mereka," ujarnya.

Atmadinata mengatakan siswa yang berhalangan ikut UN lantaran sakit atau alasan lainnya yang dapat dimaklumi akan mengikuti ujian susulan. Pelaksanaan UN susulan dua pekan dari sekarang.

"Kalau sakit harus dibuktikan dengan surat sakit. Pihak sekolah harus menyiapkan waktu dan tempat untuk pelaksanaan UN susulan," tegasnya.

Ia mengatakan hak sama juga diberikan kepada siswa yang terlibat permasalahan hukum. UN dilaksanakan di Lembaga Permasyarakatan atau di Rumah Tahanan.

Namun sampai sekarang, kata dia Disdik Kepri belum menerima laporan ada siswa yang berhalangan ikut UN karena terlibat kasus hukum.

Sementara di Pengadilan Negeri Tanjungpinang ada seorang siswa kelas 12 yang ditahan di Rutan Tanjungpinang karena terlibat kasus pencurian motor. Majelis hakim sudah mengingatkan kepada siswa tersebut untuk tetap mengikuti UN, meski berada di dalam tahanan.

Dipublish Oleh - Diskominfo Kepri