TUTUP

Selamat Datang di Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau || Tanggal : 04-Apr-2020 | Pukul : 22:33:46 , Selamat Malam

×

Logo Jembatan Dompak Kepri Secara Keseluruhan Menjadi Simbol Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau Yang Selalu Ingin Terhubung Dengan Masyarakatnya, Selalu Terbuka dan Selalu Mempersembahkan Yang Terbaik Bagi Siapapun Yang Menemuinya. "757 Disingkat Jadi Ju Ma Ju yang Didefinisikan dengan maju-maju. Kepri Maju".

Cetak

Kepriprov.go.id

Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau
TUTUP

Penulis Cici - 03 December 2018
125
Foto Oleh : Diskominfo Kepri
BATAM - Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Drs. Buralimar, M.Si berharap sektor pariwisata dapat menyumbang lebih dari 50 persen pendapatan asli daerah (PAD). Hal tersebut berhasil dicapai Kabupaten Bintan, dengan 60 persen PAD-nya berasal dari sektor pariwisata. “Bintan itu 60 persen PAD-nya dari sektor pariwisata. Kalau angka pastinya saya belum tahu. Batam sekitar 30 sampai 40 persen. Diharapkan PAD dari sektor pariwisata bisa lebih dari 50 persen,” ujar Buralimar, Kamis (29/11). Sektor pariwisata diyakini dapat memberi imbas yang besar tidak hanya bagi daerah, juga bagi sektor riil di masyarakat. “Kalau sektor riil itu seperti orang makan, suvenir dana sebagainya. Kalau PAD itu dari pajak hiburan, hotel dan restoran. Kalau dari hotel dan restoran itu bisa berdampak luas. Kalau hotel dan restoran penuh, bisa membayar gaji pekerja,” sebut Buralimar. Rata-rata Wisman yang berkunjung ke Kepri menghabiskan waktu sekitar 2,5 hari untuk berlibur. Diperkirakan menghabiskan Rp 500 ribu dalam satu hari. “Itu masih diluar paket seperti hotel dan transportasi. Itu untuk makan dan suvenir. Kita belum ada perhitungan pasti. Tapi rata-rata Rp 500 ribu dikalikan tiga hari,” jelas Buralimar. Uang tersebut langsung masuk ke kantong para pelaku usaha. Untuk meningkatkan pendapatan di sektor pariwisata, Dispar telah membukukan 46 even pada 2019 mendatang. Jumlah tersebut menurun dari 2017 sebanyak 80 even, pada 2018 ini sebanyak 110 even.  “Jumlahnya memang lebih sedikit, tapi kualitas yang benar-benar kita andalkan. Lalu promosi keluar kita push Singapura dan Malaysia. Rencananya kita juga kalau ada dananya akan ikut Kemenpar untuk promosi,” tambah Buralimar. Tidak harus pemerintah yang ikut promosi. Industri pariwisata seperti agen perjalanan juga dapat ikut serta. Dispar akan menyasar pasar Cina dan India. Dipublish Oleh - Diskominfo Kepri