TUTUP

Selamat Datang di Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau || Tanggal : 30-Mar-2020 | Pukul : 07:16:28 , Selamat Pagi !!

×

Logo Jembatan Dompak Kepri Secara Keseluruhan Menjadi Simbol Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau Yang Selalu Ingin Terhubung Dengan Masyarakatnya, Selalu Terbuka dan Selalu Mempersembahkan Yang Terbaik Bagi Siapapun Yang Menemuinya. "757 Disingkat Jadi Ju Ma Ju yang Didefinisikan dengan maju-maju. Kepri Maju".

Cetak

Kepriprov.go.id

Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau
TUTUP

Penulis Tiwi - 03 December 2018
105
Foto Oleh : Diskominfo Kepri
BATAM - Pada 2019 mendatang Kepulauan Riau mendapat target tinggi oleh Kementerian Pariwisata. Kepri diharapkan mampu menggaet empat juta Wisman. Kementerian Pariwisata akan membantu mempromosikan Kepri secara besar-besaran. “Kemenpar berharap pertumbuhan Wisman ke Kepri pada 2019 mendatang bisa mencapai 4 juta kunjungan. Dari tahun 2018 ini target yang diharapkan sebesar 3 juta,” ujar  Lohot Ahmad Enda, Asisten Deputi Bidang Destinasi Wisata Budaya pada Kementerian Pariwisata, Kamis (29/11). Kepri dibebani target 20 persen dari target kunjungan Wisman secara nasional. Pada 2019 mendatang Kemenpar menargetkan 20 juta kunjungan Wisman ke Indonesia. Target empat juta kunjungan ke Kepri bukan tanpa sebab.Pasalnya Kepri berada di urutan ketiga kunjungan Wisman ke Indonesia, setelah Bali dan Jakarta.  Kemenpar yakin target tersebut tidak akan sulit tercapai. “Diharapkan Asita (Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia atau Indonesian Tours and Travel Agencies) bisa mencapai angka optimis 2,5 juta kunjungan. Kalau pesimisnya 2,25 juta. Optimis lah bisa tercapai,” tambah Lohot. Namun untuk mencapai angka tersebut butuh kerjasama antar asosiasi dengan pemerintah. “Sekarang hanya bagaimana sinergi asosiasi dengan pemerintah. Butuh evaluasi secara berkala. Kalau di Kepri saya lihat sudah cukup baik,” sebut Lohot. Untuk mencapai angka tersebut Kemenpar akan membantu mempromosikan Kepri ke manca negara. “Kemenpar akan support promosi besar-besaran. Kepri ini banyak dimintai Malaysia, Singapura, Cina dan Korea. Mereka senang dengan pantai. Apa yang tidak ada di negaranya, ada disini,” sebut Lohot. Dipublish Oleh - Diskominfo Kepri