TUTUP

Selamat Datang di Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau || Tanggal : 14-Jul-2020 | Pukul : 14:01:36 , Selamat Siang !!

×

Logo Jembatan Dompak Kepri Secara Keseluruhan Menjadi Simbol Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau Yang Selalu Ingin Terhubung Dengan Masyarakatnya, Selalu Terbuka dan Selalu Mempersembahkan Yang Terbaik Bagi Siapapun Yang Menemuinya. "757 Disingkat Jadi Ju Ma Ju yang Didefinisikan dengan maju-maju. Kepri Maju".

Cetak

Kepriprov.go.id

Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau
TUTUP

Penulis SN - 06 December 2018
185
Foto Oleh : Diskominfo Kepri
TANJUNGPINANG - Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Kota Tanjungpinang menggelar pelatihan Pengembangan Tanaman Biofarmaka atau yang sering disebut Tanaman Obat Keluarga (Toga) bagi seluruh kader PKK, Aktivis Perempuan dan Organisasi Wanita se-Kota Tanjungpinang di Gedung Wanita Tun Fatimah, Rabu (5/12). Dilansir Haluan Kepri, Wakil Walikota Tanjungpinang Rahma, berkesempatan membuka kegiatan tersebut secara resmi. Dalam sambutannya, Rahma menyatakan rasa bangganya atas keikutsertaan kaum ibu dalam kegiatan pelatihan ini. "Saya bangga atas keikutsertaan para ibu untuk mengikuti kegiatan ini. Saya harap seusai pelatihan dapat diterapkan pada lingkungan masing-masing khususnya di rumah tangga sendiri," kata Rahma. Rahma mengatakan wilayah Kota Tanjungpinang sangat kompleks dan relatif kecil dengan lahan yang terbatas. Ia menginginkan para ibu dapat memanfaatkan lahan yang ada untuk dijadikan tempat menanam. "Gunakan media yang ada, bisa dari bahan daur ulang dan media-media yang sekiranya mampu untuk bercocok tanam. Saya yakin para ibu yang mengikuti pelatihan ini sangat kreatif dan inovatif dalam segala hal," lanjut Rahma. Ia juga mengimbau agar para peserta dapat menggali ilmu sebanyak-banyaknya melalui pelatihan ini. Rahma sangat mengapresiasi atas terlaksananya kegiatan pelatihan tanaman Biofarmaka ini. "Saya berharap ibu-ibu peserta pelatihan dapat mengambil manfaat dan ilmu sebanyak-banyaknya agar bisa mengimplementasikan di kehidupan sehari-hari, apabila banyak ibu-ibu yang menanam tanaman biofarmaka ini, masyarakat dapat memanfaatkan tanaman obat-obatan tradisional untuk menyumbuhkan penyakit. Jadi tidak perlu dengan obat-obatan kimia," tutupnya.a Dipublish Oleh - Diskominfo Kepri