TUTUP

Selamat Datang di Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau || Tanggal : 04-Apr-2020 | Pukul : 23:16:40 , Selamat Malam

×

Logo Jembatan Dompak Kepri Secara Keseluruhan Menjadi Simbol Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau Yang Selalu Ingin Terhubung Dengan Masyarakatnya, Selalu Terbuka dan Selalu Mempersembahkan Yang Terbaik Bagi Siapapun Yang Menemuinya. "757 Disingkat Jadi Ju Ma Ju yang Didefinisikan dengan maju-maju. Kepri Maju".

Cetak

Kepriprov.go.id

Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau
TUTUP

Penulis SN - 10 December 2018
100
Foto Oleh : Diskominfo Kepri
BINTAN - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Ekonomi Darmin Nasution meresmikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang, Sabtu (8/12). Dilansir Haluan Kepri, peresmian tersebut dihadiri Kepala Staff Kepresidenan Moeldoko, Gubernur Kepri Nurdin Basirun, Bupati Bintan Apri Sujadi, Atase Perekonomian dan Bisnis Kedutaan Besar Tiongkok di Indonesia Wang Liping, Konsulat Jenderal Tiongkok di Medan Sun Ang, dan Direktur PT. BAI Santony. Dengan diresmikannya KEK Galang Batang, sudah ada lima KEK di Indonesia yang beroperasi. Darmin menuturkan, KEK Galang Batang akan meransang pertumbuhan ekonomi di Indonesia khususnya di Bintan. Pemerintah, menurut dia, berupaya membangun Indonesia merata se-Nusantara tidak hanya di Jawa. Selain mengembangkan infrastruktur yang merata, pembangun juga menyasar ke sektor lain seperti kawasan industri, kawasan ekonomi khusus, kawasan strategis pariwisata nasional dan sebagainya. Jadi, lanjut dia, KEK dibangun dan dikembangkan untuk memfasilitasi lahirnya industri. Bukan sekedar industri merakit barang melainkan industri yang memiliki nilai tambah yang tinggi. "Hanya dengan itu kita bisa mendorong pertumbuhan industri yang kembali cepat, kembali ke doubel digit. Yang selama ini 15 dan 17 tahun terakhir, pertumbuhan industrinya lambat," kata Darmin. Khusus mengenai KEK, digambarkan bahwa proyek strategis nasional itu mencatat 223 proyek yang menyebar di seluruh Indonesia. Hingga November tahun 2018, sudah ditetapkan beberapa KEK namun ada yang belum diresmikan pengoperasiannya. "Semuanya 12 KEK," ungkapnya. Dari 12 KEK, sebanyak 8 KEK bertema industri manufacturing, sedangkan 4 lainnya ke pariwisata. Dari 12 KEK tersebut, 4 diantaranya sudah diresmikan pengoperasiannya. Pertama KEK Sei Mangke Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, kedua KEK Tanjung Lesung Kabupaten Pandeglang di Provinsi Banten, ketiga KEK Palu Kota Palu di Provinsi Sulawesi Tengah, dan keempat KEK Mandalika Kabupaten Lombok Tengah di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). KEK Galang Batang yang ditetapkan tahun 2017 lalu, saat ini sudah diresmikan pengoperasiannya sekaligus menjadi KEK ke-5 yang beroperasi di Indonesia. Sementara Bupati Bintan Apri Sujadi mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Kepri Nurdin Basirun yang telah mengajukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang di Kabupaten Bintan ke Pemerintah Pusat. Dioperasikan KEK Galang Batang akan berdampak luar biasa terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bintan. Hingga November tahun 2018 ini, ada sekitar 287 perusahaan dengan Penanaman Modal Asing (PMA) sedangkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sekitar 77 perusahaan. Dengan terbentuknya KEK Galang Batang, menurut dia, bisa berdampak terhadap ekonomi Kabupaten Bintan. Terlebih saat ini pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bintan di atas rata-rata sekitar 5 persen. "Kita terus berupaya (meningkatkan) baik sektor pariwisata dan industri," kata dia. KEK Galang Batang berada di lahan seluas 2.300 Hektare (Ha) dengan nilai investasi Rp.36 triliun selama 6 tahun ini akan merekrut sekitar 23 ribu pekerja. "Ini dampak luar biasa untuk ekonomi masyarakat Kabupaten Bintan dan umumnya Provinsi Kepri," kata dia. Dipublish Oleh - Diskominfo Kepri