TUTUP

Selamat Datang di Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau || Tanggal : 04-Apr-2020 | Pukul : 21:55:02 , Selamat Malam

×

Logo Jembatan Dompak Kepri Secara Keseluruhan Menjadi Simbol Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau Yang Selalu Ingin Terhubung Dengan Masyarakatnya, Selalu Terbuka dan Selalu Mempersembahkan Yang Terbaik Bagi Siapapun Yang Menemuinya. "757 Disingkat Jadi Ju Ma Ju yang Didefinisikan dengan maju-maju. Kepri Maju".

Cetak

Kepriprov.go.id

Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau
TUTUP

Penulis SN - 10 December 2018
77
Foto Oleh : Diskominfo Kepri
JAKARTA - Gubernur H Nurdin Basirun menegaskan Pemprov Kepri  terus memperkuat pembangunan dan pengembangan sumber daya manusia. Salah satu yang menjadi fokus Pemprov adalah melahirkan tenaga kerja yang terlatih dan terampil dan siap mengisi sektor unggulan di Kepri. “Solusi peningkatan kualitas SDM itu melalui pendidikan vokasi. Kepri siap merevitalisasi seluruh SMK menyesuaikan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi,” kata Gubernur usai menghadiri Rapat Koordinasi Pembahasan tentang Pengembangan Vokasi (SMK) Sesuai dengan Potensi Daerah, di Kementerian Perekonomian, Jakarta, Jumat (7/12). Rapat ini dipimpin langsung Menko Perekonomian Darmin Nasution. Gubernur Gubernur pada kesempatan itu didampingi Sekdaprov H TS Arif Fadillah dan Kadis Pendidikan Kepri Muhammad Dali. Menurut Gubernur, pendidikan vokasi merupakan salah satu solusi masa depan SDM di Kepri. Dengan revitalisasi pendidikan vokasi ini diharapkan ikut mempercepat pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kepri sendiri memiliki 104 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang tersebar di tujuh kabupaten kota. Menurut Gubernur, Kepri fokus pada empat sektor unggulan yang dikaitkan dengan pendidikan vokasi. Keempatnya adalah sektor maritim, teknologi rekayasa, pariwisata dan kesehatan. “Saat ini, dari 104 SMK itu sudah melakukan MoU (nota kesepahaman) dengan 705 perusahaan,” kata Gubernur. Menurut Gubernur, pihaknya mendorong agar lulusan SMK di Kepri langsung tersambung dengan dunia kerja. Termasuk dengan empat sektor unggualn yang menjadi fokus untuk disejalankan dengan pendidikan vokasi. Agar tersambung, misalnya, untuk teknologi rekayasa konsentrasinya ke banyak hal, seperti teknik perkapalan, rancang bangun kapal, las kapal, dan bangunan kapal. Selain itu ada juga di teknik elektro, multimedia, otimasi industri dan elektronika. “Kompetensi siswa siswi harus terus ditingkatkan. Sehingga mereka punya daya saing tak hanya di Kepri tapi juga hingga ke level regional karena kita berdekatan dengan negara tetangga,” kata Nurdin sambil menambahkan bahwa bonus demografi harus dimanfaatkan untuk kejayaan Kepri. Dipublish Oleh - Diskominfo Kepri