TUTUP

Selamat Datang di Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau || Tanggal : 31-Mar-2020 | Pukul : 00:20:22 , Selamat Malam

×

Logo Jembatan Dompak Kepri Secara Keseluruhan Menjadi Simbol Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau Yang Selalu Ingin Terhubung Dengan Masyarakatnya, Selalu Terbuka dan Selalu Mempersembahkan Yang Terbaik Bagi Siapapun Yang Menemuinya. "757 Disingkat Jadi Ju Ma Ju yang Didefinisikan dengan maju-maju. Kepri Maju".

Cetak

Kepriprov.go.id

Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau
TUTUP

Penulis SN - 17 December 2018
132
Foto Oleh : Diskominfo Kepri
Batam, Gubernur Provinsi Kepri, Nurdin Basirun mengatakan bahwa keberadaan Persatu Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kepri, telah turut serta memajukan masyarakat Kepri melalui pemberitaan yang mencerdaskan masyarakat. Dilansir Haluan Kepri, tidak hanya pencerdasan, tetapi menurutnya melalui pemberitaan yang baik dan akurat, keberadaan media telah memegang peran sebagai pengawasan dan kontrol sosial, untuk kemajuan di segala bidang, baik ekonomi, pembangunan, hukum dan pendidikan. Demikian diungkapkan Nurdin Basirun, ketika membuka Konferensi Provinsi (Konferprov) PWI Kepri IV, Sabtu (15/12) pagi, di Hotel Harmoni One, Batam Centre, yang diawali dengan diskusi anti hoax bertajuk "PWI Berantanjak Melawan Hoax" dengan narasumber Gubernur Kepri Nurdin Basirun, Wakapolda Kepri Brigjen Pol Yan Fitri Halimansyah, Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad dan Kepala Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepri Gusti Raizal Eka Putra yang dipandu oleh Ketua PWI Kepri dimisioner, Ramon Damora. Wakapolda Kepri, Brigjen Pol Yan Fitri Halimansyah mengingakan semua pihak mengenai adanya potensi kehacuran bangsa bermoduskan adu domba, sehingga sangat menghawatirkan. "Anak bangsa ini mau diadu domba, antara satu sama lainnya. Sehingga negeri ini akan hancur, karena adanya permusuhan bersifat massal," ujar Brigjen Pol Yan Fitri. Karena itulah, lanjut Yan, kita di Kepri, punya tanggungjawab besar secara moral, sehingga dapat menangkisnya, agar dapat tidak terjadi atas apapun itu bentuknya. Gubernur Kepri Nurdin Basirun sebagai pihak pembicara kedua mengatakan kita harus bisa mengantisipasi kasus-kasus hoax yang terjadi di Timur Tengah, sehingganya mereka hancur akibat serbuan hoax tersebut. "Kita harus menyatukan hati, musuh di depan mata kita, hoax serta hasutan, adalah musuh kita bersama. Dari itu kami yakin dengan PWI sebagai pasukan bertanjak, agar menghadapi bersama-sama," kata Nurdin. Peran seluruh insan pers sangatlah penting, jelas Nurdin, dalam pemberdayakan seluruh elemen masyarakat Kepri dengan berita yang akurat. Sehingganya tak menjadi tanda tanya besar di kalangan masyarakat. "Artinya bagaimana ada sebuah pemahaman yang mengatakan, peran pemerintahan yang menyusahkan masyarakat. Dan ini sangatlah tidak benar. Dari itu, marilah kita melakukan sebuah klarifikasi dengan baik," pungkasnya. Dipublish Oleh - Diskominfo Kepri