TUTUP

Selamat Datang di Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau || Tanggal : 23-Sep-2019 | Pukul : 14:22:50 , Selamat Siang !!

×

Logo Jembatan Dompak Kepri Secara Keseluruhan Menjadi Simbol Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau Yang Selalu Ingin Terhubung Dengan Masyarakatnya, Selalu Terbuka dan Selalu Mempersembahkan Yang Terbaik Bagi Siapapun Yang Menemuinya. "757 Disingkat Jadi Ju Ma Ju yang Didefinisikan dengan maju-maju. Kepri Maju".

Cetak

Kepriprov.go.id

Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau
TUTUP

Penulis asiik1 - 04 May 2018
366
Foto Oleh : Asiik3
Lebih dari 20 orang wartawan yang bergabung dalam Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Tanjungpinang menuntut kebebasan pers dan upah layak dalam aksi unjuk rasa di Taman Pamedan, Kamis. Aksi unjuk rasa yang diselingi pembacaan puisi, dan kemudian dilanjutkan dengan dialog tentang kebebasan pers dan upah layak jurnalis dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Kebebasan Pers Internasional. Salah seorang aktivis AJI Tanjungpinang, Charles Sitompul, mengatakan kebebasan pers dan upah layak masih menjadi isu menarik yang terus-menerus diperjuangkan AJI. Kebebasan pers terkadang hanya menjadi kata semu ketika jurnalis di hadapkan dengan berbagai permasalahan di lapangan. Kebebasan pers yang dilindungi UU Nomor 40/1999 terkadang pula masih sulit didapat ketika jurnalis berhadapan dengan orang-orang yang mengandalkan otot. Jurnalis tidak jarang pula berhadapan dengan preman. Bahkan dalan sejumlah peristiwa di Kepri, jurnalis juga di hadapkan dengan berbagai elemen masyarakat yang berupaya mengintimidasi kerja mereka. Di internal sendiri, kata dia jurnalis di hadapkan dengan persoalan kepentingan perusahaan. Terkadang intervensi pihak perusahaan membuat jurnalis tidak dapat bergerak bebas memenuhi keinginan rakyat. “Jurnalis adalah rakyat, orang-orang cerdas yang berupaya mengedepankan akal pikiran dalam karya tulisan untuk memperjuangkan nasib rakyat,” ujarnya. Orasi dalam aksi unjuk rasa diiringi pula dengan pembacaan puisi oleh Yoan, salah seorang jurnalis media siber. Dalam puisi itu Yoan mengkritik kinerja jurnalis yang tidak bekerja maksimal, dan menimbulkan keresahan masyarakat. Jurnalis harapan bangsa harus menjadi garda terdepan dalam menegakkan kebenaran. Sementara dalam dialog juga mengemuka keinginan aktivis AJI untuk meningkatkan kinerja. Pengurus AJI Tanjungpinang, M Ikhwan mendorong jurnalis bekerja untuk beramal, karena profesi ini sangat mulia. “Niat yang baik akan membawa berkah kepada jurnalis,” ujarnya. Dipublish Oleh - Diskominfo Kepri