TUTUP

Selamat Datang di Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau || Tanggal : 24-Jun-2019 | Pukul : 22:16:15 , Selamat Malam

×

Logo Jembatan Dompak Kepri Secara Keseluruhan Menjadi Simbol Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau Yang Selalu Ingin Terhubung Dengan Masyarakatnya, Selalu Terbuka dan Selalu Mempersembahkan Yang Terbaik Bagi Siapapun Yang Menemuinya. "757 Disingkat Jadi Ju Ma Ju yang Didefinisikan dengan maju-maju. Kepri Maju".

Cetak

Kepriprov.go.id

Portal Resmi Provinsi Kepulauan Riau
TUTUP

Zulhendri : 2019 Tahun Inovasi Bagi Diskominfo

Penulis Novyana - 09 January 2019
352
seorang karyawan sedang melintas di loby Dinas Kominfo Kepri. Foto Oleh : Novyana

TANJUNGPINANG- Tahun 2019 ini bakal menjadi tahun inovasi bagi Dinas Kominfo Kepri. Sejumlah terobosan bakal dibuat, termasuk membangun dan mengembangkan sejumlah aplikasi. Malah Februari mendatang, Dinas Kominfo Kepri akan meluncurkan Simanja (sistem informasi manajemen kinerja).

“Simanja ini adalah aplikasi yang akan menjadi dasar penghitungan tunjangan kinerja daerah (TKD) bagi PNS. Ini dibangun oleh Kominfo sendiri bukan dari pihak ketiga. Sebenarnya akan dilaunching 2018 kemarin. Tapi masih menunggu Pergubnya (Pergub TKD),” ujar Drs. Zulhendri, M.Si, Kepala Dinas Kominfo Kepri, Rabu (9/1).

Menyusul Simanja, pada ditargetkan pada triwulan pertama ini Dinas Kominfo Kepri juga akan meluncurkan Siap Android (sistem informasi aktivitas presensi berbasis android). Saat ini Siap Android sedang dalam proses pembangunan oleh Tim Satgas Pengembangan dan Pembuatan Aplikasi se-Provinsi Kepri.

Aplikasi tersebut diperuntukan bagi sistem absensi karyawan Pemprov Kepri. Dengan aplikasi tersebut, karyawan Pemprov Kepri tidak lagi melakukan absensi kehadiran menggunakan sidik jari seperti saat ini. “Siap Android ini, menggunakan sistem pengenalan wajah dan dikunci menggunakan koordinat,” sebut Kadis.

Sebelum pelaksanaan apel pagi, karyawan diharuskan melakukan swafoto untuk membuktikan keberadaan mereka di lapangan apel. Swafoto kembali dilakukan setelah apel pagi, sehingga tidak ada yang dapat meninggalkan lapangan sebelum apel pagi selesai.

Bagi yang tidak memiliki telpon genggam berbasis android, akan disediakan alat khusus. “Kemarin sudah didata beberapa permasalahan yang bisa menjadi celah kecurangan. Tapi insha allah semua celah bisa ditutupi. Jadi tak ada lagi yang bisa bohong kalau ditanya lagi dimana. Karena dari koordinatnya bisa tahu keberadaannya dimana,” jelas Kadis.

Disamping kedua aplikasi tersebut, Dinas Kominfo Kepri akan membangun dan mengembangkan beberapa aplikasi lain utamanya yang bermanfaat bagi masyarakat. Tak tertutup kemungkinan Dinas Kominfo Kepri menerima pesanan pembuatan aplikasi dari OPD lain.

“Sesuai aturan kan tidak boleh ada pengembangunan aplikasi, kecuali oleh Kominfo. Jadi kita menerima juga permintaan pembuatan atau pengembangan aplikasi dari OPD,” ungkap Kadis yang juga jago bermain gitar ini.

Dinas Kominfo Kepri mampu membangun atau mengembangkan setidaknya lima aplikasi setiap tahunnya. “Kita bertekad 2019 menjadi tahun inovasi bagi Kominfo. Termasuk kita bertekad mensukseskan dan meramaikan KSP,” tutup Kadis.(novyana)

Dipublish Oleh - Diskominfo Kepri